Monthly Archives: Januari 2011

Park Jung Min (SS501) – Not Alone lyrics [rom/han/eng]

Romanized

Jichyeoganeun ni nunbichi jaggu nareul noheuryeogo hae

sum icha ni moseubeul bols udo butjapeul su oebseo

 Jichyeo stop stop stop ijen deo
 Modeungeol step step step beoseona
 dolikil su ga eobdago ggeutiramyeo ddo uljiman

 so I can believe I’m not alone
 ijen not alone deoneun seulpeuji anhge
 and I can feel it I’m not alone
 jeoldae not alone dashin himdeulji anhge

 ijen dashin down down down down no! no! no! no!
 down down down down no! no! no! no!
 shigani deo heulreodo I’m not alone
 neo hana ddaemune I can believe

 galsurok ni kioki nal butjaba
 shilheodo yeojeonhi gey heungeoke sara

 jeom jeom stop stop stop shigani
 dashi ddo step step step beoseona
 dolagal su ga eobtdago ggeutiramyeo ddo uljiman

 so I can believe I’m not alone
 ijen not alone deoneun seulpeuji anhge
 and I can feel it I’m not alone
 jeoldae not alone dashin himdeulji anhge

 ijen dashin down down down down no! no! no! no!
 down down down down no! no! no! no!
 shigani deo heulreodo I’m not alone
 neo hana ddaemune I can believe

 sumeul swil su jocha eobtneun eodu-un i bamdo
 dashineun duryeopji anha neo ddaemune

 so I can believe I’m not alone
 ijen not alone deoneun seulpeuji anhge
 and I can feel it I’m not alone
 jeoldae not alone dashin himdeulji anhge

 ijen dashin down down down down no! no! no! no!
 down down down down no! no! no! no!
 modeunge muneojyeodo I’m not alone
 neo hanaro chungbunhae I’m not alone
 you’re not alone

Hangul

지쳐가는 니 눈빛이 자꾸 나를 놓으려고 해
 숨 이차 니 모습을 볼 수도 붙잡을 수 없어

 지쳐 stop stop stop 이젠 더
 모든걸 step step step 벗어나
 돌이킬 수 가 없다고 끝이라며 또 울지만

 so I can believe I’m not alone
 이젠 not alone 더는 슬프지 않게
 and I can feel it I’m not alone
 절대 not alone 다신 힘들지 않게

 이젠 다신 down down down down no! no! no! no!
 down down down down no! no! no! no!
 시간이 더 흘러도 I’m not alone
 너 하나 때문에 I can believe

 갈수록 니 기억이 날 붙잡아
 싫어도 여전히 그 흔적에 살아

 점점 stop stop stop 시간이
 다시 또 step step step 벗어나
 돌아갈 수 가 없다고 끝이라며 또 울지만

 so I can believe I’m not alone
 이젠 not alone 더는 슬프지 않게
 and I can feel it I’m not alone
 절대 not alone 다신 힘들지 않게

 이젠 다신 down down down down no! no! no! no!
 down down down down no! no! no! no!
 시간이 더 흘러도 I’m not alone
 너 하나 때문에 I can believe

 숨을 쉴 수 조차 없는 어두운 이 밤도
 다시는 두렵지 않아 너 때문에

 so I can believe I’m not alone
 이젠 not alone 다시 돌릴 수 있게
 and I can feel it I’m not alone
 절대 not alone 다신 힘들지 않게

 이젠 다신 down down down down no! no! no! no!
 down down down down no! no! no! no!
 모든게 무너져도 I’m not alone
 너 하나로 충분해 I’m not alone
 you’re not alone

Translation 
That tired expression in your eyes always remains in me
 Other than your breathe, I can’t see your image and can’t make you stay too

 More exhausted now stop stop stop
 Get out of everything step step step
 There is no return even though ending…it will cause tears

 so I can believe I’m not alone
 Not alone now, not sad anymore
 and I can feel it I’m not alone
 Definitely not alone, never be exhausted again

 Now again down down down down no! no! no! no!
 down down down down no! no! no! no!
 Even if more time passes by, I’m not alone
 Because of you alone I can believe.

 As time passes by, memories of you still remain…
 Still living within those traces, even if I hate it

 Time gradually stop stop stop
 Get out again step step step
 There is no return even though ending…it will cause tears

 so I can believe I’m not alone
 Not alone now, not sad anymore
 and I can feel it I’m not alone
 Definitely not alone, never be exhausted again

 Now never again down down down down no! no! no! no!
 down down down down no! no! no! no!
 Even if more time passes by, I’m not alone
 Because of you alone I can believe.

 Cannot even breathe in this gloomy night
 Again I’m not afraid because of you

 so I can believe I’m not alone
 Not alone now, able to return again
 and I can feel it I’m not alone
 Definitely not alone, never be exhausted again

 Now never again down down down down no! no! no! no!
 down down down down no! no! no! no!
 Even if everything collapses I’m not alone
 Just you alone is enough I’m not alone.
 You’re not alone

Sinopsis Playful Kiss Special Episode 7

Episode 7 – Selamat Ulang Tahun.

Seung Jo mencium rangkaian bunga mawar lalu mengembalikan rangkaian bunga itu pada Dokter Na(Seniornya Seung Jo). Seung Jo melihat penampilan Dokter Na ini dan berkomentar, “Senior, apa kau tidak berlebihan? 100 Mawar, Champagne, cincin, dan bahkan kau berdandan seperti seorang kurir.” Dokter Na tertawa dan bilang bahwa Seung Jo ini tidak tau apa yang namanya percintaan dan Dokter Na juga bilang bahwa ulang tahun sang istri itu datang hanya sekali dalam satu tahun.

Seung Jo kembali bertanya, “Apakah istrimu ini menyukai hal yang kekanak-kanakan?” Dokter Na menjawab, “Lihatlah, Apakah ada seseorang yang tidak menyukai kejutan? Apakah kau tau bahwa wanita itu menyukai hal kekanak-kanakan seperti ini? Mereka akan terharu lalu menangis. Kau harus mencobanya suatu saat nanti.” Seung Jo berfikir sesaat dan berkata, “Tidak perlu. Hal ini terlalu kekanak-kanakan.” Dokter Na berkomentar, “Bocah ini benar-benar tidak mengetahui cara menyenangkan wanita. Man, aku ikut sedih pada Perawat Oh yang hidup bersamamu. Aku pergi dulu, sampai jumpa.” Dokter Na pergi dan Seung Jo hanya terdiam.


Para Perawat sedang mengobrol dan bertanya pada Ha Ni, “Perawat Oh, tanggal 16 ini ulang tahunmu? Perawat Oh kau sungguh beruntung. Apa yang kau minta pada Dokter Baek Seung Jo? Minta dia untuk membelikan sesuatu yang mahal untukmu. Ah Hadiah seperti apa yang kau dapatkan dari Dokter Baek Seung Jo pada ulang tahunmu yang sebelumnya? Apa kau pernah mendapatkan suatu hadiah darinya?” Ha Ni kebingungan memikirkan apa yang Seung Jo pernah berikan padanya dan dia menjawab, “Ah 2 tahun yang lalu dia membuatkan aku pertanyaan untuk ujianku, tahun lalu dia membawaku menyetir.” Seung Jo melewati tempat para perawat dan mendengar semua itu.

Seorang perawat kembali bertanya, “Perawat Oh, apakah kau pernah menerima bunga dari Dokter Baek?” Ha Ni kebingungan dan menjawab, “Hmm bunga? Seung Ji itu tipe yang pemalu.” Ha Ni melihat Seung Jo yang berdiri di dekat ruang perawat dan dia menyapa Seung Jo dengan semangat, “Seung Jo! Ah Dokter Baek!” Seung Jo menatao Ha Ni sekilas lalu pergi. Perawat yang lain pun merasa kasihan pada Ha Ni karena Seung Jo selalu bersikap dingin pada Ha Ni.

Ha Ni pergi ke ruang perawatan dan melihat ada seorang pasien yang sangat berterima kasih pada Seung Jo. Ha Ni menghampiri Seung Jo untuk merapihkan pakaian Seung Jo dan bilang pada Seung Jo bahwa suaminya ini memang hebat. Seung Jo mengingatkan Ha Ni bahwa mereka ini ada di rumah sakit. Seung Jo lalu bertanya, “Kenapa kau ada di ruangan ini?” Ha Ni menjawab, “Kenapa? Aku juga perawat.” Seung Jo mengingatkan Ha Ni agar fokus pada para pasien bukannya pada dia. Ha Ni berkomentar bahwa dia juga fokus pada para pasien.

Ha Ni bertanya pada Seung Jo, “Seung Jo apakah kau tau ada apa di tanggal 16?” Seung Jo berfikir sesaat dan menjawab, “Aku ada 2 operasi pada pagi hari dan aku ada jaga malam. Kenapa?” Ha Ni tersenyum terlihat kecewa dan bilang bahwa dia hanya penasaran karena melihat ada sebuah tanda di kalendernya Seung Jo dan dia berfikir bahwa itu adalah hari special. Seung Jo lalu bilang bahwa dia harus pergi ke ruangan gawat darurat.

Ha Ni dan Seung Jo pulang bersama dan mereka berhenti di depan lampu merah. Ada pasangan yang melintas dan membawa bunga. Seung Jo melihat bunga itu dan bertanya pada Ha Ni, “Apakah kau menyukai bunga juga?” Ha Ni menjawab dengan senyuman, “Tentu. Mana ada Perempuan yang tidak menyukai bunga. Semua wanita meninginkan menerima bunga dari seseorang yang mereka cintai.” Seung Jo tersenyum mendengar jawaban Ha Ni lalu kembali menjalankan mobilnya.

Di rumah. Ibu Seung Jo bertanya, Apakah Ha Ni sudah memberi tahu masalah ulang tahunnya itu pada Seung Jo atau belum. dan Ha Ni bilang bahwa dia tidang mengatakan hal ini pada Seung Jo karena Seung Jo sangat sibuk hari itu dan dia tidak ingin mengganggu Seung Jo. Ibu Seung Jo tentu langsung mengomel dan bilang bahwa Seung Jo ini sangat keterlaluan karena tidak meningat ulang tahun Ha Ni dan bahkan Seung Jo belum pernah memberikan hadiah pada Ha ni,

Ibu Seung Jo mulai merencanakan hadiah apa yang di inginkan oleh Ha Ni. Seung Jo datang ke dapur dan mendengar kata-kata ulang tahun sehingga dia bertanya, “Ulang tahun? Apakah ini ulang tahunmu?” Ibu Seung jelas langsung marah, “Huh kau ini memiliki IQ 200 tapi mengapa tidak bisa mengingat hari penting seperti ulang tahun Ha Ni?” Seung Jo mejawab, “Itu karena aku tidak tertarik pada hal itu.” Ha Ni tentu saja sangat kecewa mendengar hal itu. Ibu Seung Ji tentu kembali memarahi Seung Jo, “hey Baek Seung Jo kenapa kau begitu jahat! Kau tidak tertarik pada ulang tahun istrimu tercinta ini? Kita akan merayakan pesta ulang tahun Ha Ni pada tanggal 16, mengerti?”

Seung Jo bilang bahwa dia tidak bisa ikut karena dia dalam tugas jaga pada tanggal 16 dan Ulang Tahun Ha Ni bisa di rayakan tahun depan karena ulang tahun itu datang setiap tahun. Ha Ni sangat kecewa mendengar hal itu dan dia hanya bisa terdiam. Ibu Seung Jo kembali memarahi Seung Jo namun Ha Ni mencegahnya dan bilang bahwa dia baik-baik saja. Seung Jo pergi dari dapur dan berkata, “Dengarlah, dia bilang tidak apa-apa.”

Seung Jo sedang mengerjakan tugasnya dan Ha Ni masuk kedalam kamar siap untuk tidur. Seung Jo bertanya, “Apakah kau ingin kita semua merencanakan ulang tahunmu dengan begitu menghebohkan?” Ha Ni menjawab, “Menghebohkan? Ah aku melakukan itu karena Ibu terlihat sangat bersemangat. Itu bukan karena aku kekanak-kanakan.” Seung Jo kembali bertanya, “Lalu apa yang kau inginkan untuk pesta ulang tahunmu?” Ha Ni menjawab dengan tersenyum, “Pesta yang ada kita berdua.” Seung Jo tetap fokus pada pekerjaannya dan bertanya, “Sudah kuduga. Lalu katakan padaku apa yang kau inginkan.”

Ha Ni tersenyum senang dan berkata, “Suamiku yang tercinat tiba-tiba datang kehadapanku dan membawakan 100 bunga mawar dan akan berkata ‘Kejutan!’ Lalu akan makan malam di tempat yang pemandangannya sungguh indah. Oh ya lalu meminum wine yang kau pilih. Dan kau akan membawakan aku kue dengan lilin dan kau bernyanyi selamat ulang tahun untukku. Bukankah itu hebat?” Seung Jo tersenyum dan berkata, “Yeah bermimpi adalah hal yang bagus. Tapi apa yang harus kulakukan? Aku ada tugas jaga. ” Ha Ni kembali kecewa dan berkata, “Aku mengerti. Aku tidur duluan.” Diam-diam Seung Jo mencari Restaurant dengan pemandangan yang indah pada malam hari di Internet.

Seung Jo meminta pertukaran jaga pada Dokter Na namun Dokter Na tidak bisa karena pada tanggal 16 dia juga sudah ada janji dengan istrinya. Seung Jo meminta pertukaran jaga dengan dokter yang lainnya namun dokter itu kembali menolak karena dia ada kursus.

Seung Jo lalu mendatangi seorang juniornya untuk meminta pertukaran jaga. Juniornya itu tidak bisa karena harus membetulkan catatan untuk profesornya dan dia sudah mengerjakan catatan ini selama 3 hari namun belum selesai juga. Akhirnya Seung Jo rela mengerjakan tugas juniornya itu sementara Juniornya tertidur. Pagi hari Seung Jo menyelesaikan catatan itu dan bilang pada Juniornya bahwa dia sudah membuat semua catatan untuk semester ini. Junior Seung Jo itu tentu sangat kagum pada Seung Jo karena Seung Jo dapat menyelesaikannya hanya dalam satu malam saja.

Seung Jo datang ke sebuah toko bunga untuk membeli bunga mawar. Penjaga toko itu datang dan berkata, “Oh kau pasti ingin menyatakan perasaanmu. Mawar merah ni adalah arti dari gairah cinta. Kau pasti benar-benar mencintai pacarmu. Mawar putih ini artinya adalah cinta yang tulus, aku lihat kau ini tipe laki-laki yang gentle. Mawar pink ini artinya jaminan cinta. Mawar kuning ini artinya cinta yang sempurna. Mawar Orange ini artinya keinginan cinta…” Seung Jo lelah mendengar ucapan penjaga toko itu dan meminta agar dibungkuskan 100 mawar merah.

Ha Ni merayakan ulang tahun itu di rumah dan Ibu Seung Jo dan juga Bapa Seung Jo mengucpakan selamat. Eun Jo berkata, “Karena Kakakku tidak ada disni aku merasa sedih karena itu jadi aku akan menggantikannya mengucapkan selamat padamu.” Ha Ni tersenyum pada Eun Jo dan mengucapkan terima kasih pada semuanya. Ibu Ha Ni masih saja kesal pada Seung Jo dan bilang bahwa Seung Jo ini keterlaluan karena tidak mementingkan ulang tahun Ha Ni. Bapa Seung Jo mencoba menjelaskan bahwa Seung Jo melakukan hal ini karena pekerjaannya. Ha Ni juga berkata bahwa dia baik-baik saja.

HP Ha Ni berbunyi dan itu telfon dari Seung Jo. Ibu Seung Jo senang mendengar hal itu dan bilang pada Ha Ni bahwa Seung Jo pasti menelfon untuk mengucapkan selamat. Ha Ni tersenyum lalu cepat-cepat mengangkat telfonnya.

Seung Jo sudah ada di depan rumah dengan mobil yang di hias balon dan dia berkata, “Hey Oh Ha Ni cepatlah keluar. Kita tidak memiliki perawat yang cukup banyak dalam ruang gawat darurat. Jadi cepatlah keluar.” Seung Jo menutup telfonnya dan berkata, “Oh semua ini membuatku merasa jijik. Benar-benar perempuan….”

Seung Jo melihat ada seorang ibu yang hamil dan dia pun bertanya, “Apa kau baik-baik saja?” Ibu-ibu hamil itu bilang bahwa dia sepertinya mengalami kontraksi dan harus segera melahirkan. Seung Jo ikut panik dan mempersilahkan ibu itu untuk masuk kedalam mobilnya. Ibu itu melihat mobil Seung Jo dan berkomentar, “Apakah mobil ini tidak terlalu kecil?” Seung Jo berkata, “Tidak apa. Ini cukup, aku adalah dokter.” Ibu itu pun berjalan masuk kedalam mobil di bantu oleh Seung Jo.

Ha Ni keluar dari rumah dan kaget melihat Seung Jo, “Ada apa ini?” Seung Jo menjawab, “Apa yang kau pikirkan? Kita harus segera pergi ke rumah sakit.” Ha Ni mengerti dan langsung masuk kedalam mobil bersama Ibu hamil tersebut.

Di dalam mobil keadaan benar-benar menjadi ribut. Seung Jo meminta Ha Ni untuk menenangkan Ibu hamil tersebut namun Ibu itu tidak bisa tenang dan terus berteria bahkan dia menarik rambut Ha Ni dan bunga mawar yang sudah di siapkan oleh Seung Jo pun jadi hancur karena keributan di dalam mobil.

Semua yang sudah di siapkan oleh Seung Jo pun hancur. Ha Ni melihat sebuah dress di mobil Seung Jo dan dia melihat semua yang sudah di persiapkan oleh Seung Jo itu dan dia tersenyum senang karena itu artinya Seung Jo peduli padanya. Seung Jo menghampiri Ha Ni dan bilang bahwa Ibu itu sudah melahirkan dan anaknya lahir dengan sehat. Ha Ni merasa lega mendengar hal itu lalu dia bertanya, “Apakah dress ini hadiah ulang tahunku?” Seung Jo kaget di tanya seperti itu dan berkata, “Berbaliklah sebentar.”

Seung Jo menyiapkan sesuatu lalu meminta Ha Ni untuk menghadap kearahnya. Ha Ni kaget saat melihat Seung Jo memberinya sebuah kue dengan lilin yang menyala di atas kue itu. Seung Jo berkata, “Aku ingin memberikan kejutan untukmu tapi kuenya kacau. Dan bunga yang aku beli hanya tersisa satu. Sekarang jam 11:59 pm ini tetap hari ulang tahunmu.” Ha Ni menerima setangkai bunga mawar itu dan berkata, “Maafkan aku karena aku tidak menyadari perasaamu.” Seung Jo tersenyum dan mencium Ha Ni.

Ha Ni lalu berkata, “Ah ada satu hal lagi. Nyanyikan lagu selamat ulang tahun lalu aku akan meniup lilin.” Seung Jo tersenyum dan berkata, “Baiklah karena ini adalah ulang tahunmu.” Seung Jo menyanyikan lagu ulang tahun untuk Ha Ni dan Ha Ni tiba-tiba memotong lagu itu, “Ah ulangi bagian kau menyebut Selamt Ulang Tahun cintaku.” Seung Jo tersenyum dan bernyanyi kembali, “Selamat Ulang Tahun Istriku Tercinta.” Ha Ni meniup lilin lalu memeluk Seung Jo senang.

THE END

Pst : Wow PK Special ini akhirnya tamat. Well sepertinya akan kangen berat sama sikap dingin Baek Seung Jo dan sikap polos Oh Ha Ni 🙂 Sebenernya sih Zola berharap di endingnya ini Ha Ni hamil jadi endingnya lebih menarik tapi ya lumayan menyenangkan ending PK Special ini karena Seung Jo banyak senyum dan perhatian sama Ha Ni. Mereka pasangan yang cute^^

Sinopsis Playful Kiss Special Episode 6

Episode 6 – Menyetir itu sulit (Akhirnya mendapakan SIM)

Seung Jo keluar dari rumah dan melihat Ha Ni di depan mobil sambil menempelkan SIM yang akhirnya di dapatkan oleh Ha Ni. Seung Jo berkomentar, “Itu seperti sesuatu yang dibanggakan setelah 8 kali gagal melewati tes.” Seung Jo mencari kunci mobil dan ternyata kunci mobil ada di Ha Ni. Seung Jo meminta Ha Ni melemparkan kunci itu padanya namun Ha Ni tidak mau dan dia berkata, “Aku akan menyetir. Hari ini aku libur jadi tidak perlu ke rumah sakit.” Seung Jo mendekat ke Ha Ni dan berkata, “Berhentilah bermain-main. Aku sangat sibuk hari ini.” Ha Ni berkata, “Sudah kukatakan bahwa aku yang akan menyetir. Aku juga sudah punya SIM.”

Akhirnya Seung Jo menyerah dan Ha Ni lah yang menyetir mobil. Seung Jo bertanya, “Kau tidak akan membuat kecelakaan untuk merayakan hari keberhasilanmu mendapatkan SIM kan?” Ha Ni berkata, “Tidak perlu khawatir. Aku cukup baik dalam menyetir jadi duduklah yang tenang dan bacalah buku itu. Aku akan membawamu dengan selamat ke rumah sakit.” Seung Jo bertanya, “Apa kau tau jalan menuju rumah sakit?” Ha Ni menjawab, “Tentu saja.”

Seung Jo berkata, “Hey pindah jalur.” Ha Ni memutar stir secara mendadak dan Seung Jo langsung marah, “Hey nyalakan lampu sign terlebih dahulu!” Ha Ni mencoba menyalakan lampu tapi ternyata yang dia aktifkan adalah wiper. Ha Ni panik dan membuat Seung Jo marah-marah.

Seung Jo berkata, “Di depan tidak ada mobil, cepat berhenti disini.” Ha Ni menghentikan mobil di tengah jalan dan Seung Jo kembali memarahinya, “Maksudku kau harus menghentikannya disi sisi jalan.” Ha Ni mencoba menepikan mobil ke sisi jalan namun dia tidak berani dan itu membuat Seung Jo semakin marah-marah pada Ha Ni.

Ha Ni menepikan mobilnya disisi jalan dan Seung Jo langsung keluar dari mobil. Ha Ni ikut keluar dari dalam mobil. Seung Jo bertanya, “Apa kau belajar mendapatkan pendidikan menyetir hah?” Ha Ni menjawab, “Tentu saja. Aku mempelajarinya 20 jam.” Seung Jo berkomentar, “Lalu kenapa kau hanya bisa mengendarai lurus hah? Jika aku membiarkanmu terus menyetir, kau akan membahayakan banyak orang.” Ha Ni berkata, “Tidak. Ini hanya karena aku pertama kali menyetir jadi seperti ini. Kalau begitu kau harus mengajari aku bagaimana caranya menyetir.” Seung Jo berkomentar, “Kalau aku mengajarimu, muskipun kita setiap hari latihan tapi tetap saja tidak akan cukup.” Ha Ni dengan kecewa berkata, “Baiklah kalau begitu aku akan berlatih sendiri.”

Seung Jo tiba-tiba berkata, “Tidak bisa disini. Kita cari tempat yang sedikit masyarakatnya.” Ha Ni langsung tersenyum senang dan berkata, “Benarkah? Kemana kita akan pergi? Bagaimana dengan urusan rumah sakit?” Seung Jo tidak menjawab pertanyaan itu dan langsung masuk kedalam mobil untuk menggantikan Ha Ni menyetir.

Di dalam mobil, Seung Jo berkata, “Aku tidak ingin menjadi duda dalam waktu 1 tahun pernikahan.” Ha Ni tersenyum seang dan menjawab, “Tentu saja aku akan melakukan yang terbaik.” Ha Ni membuka atap mobil dengan ceria dan berteriak senang karena udaranya sedang sangat baik.

Ha Ni menyuapi Seung Jo makan jeruk dan Seung Jo mengajarkan Ha Ni cara menyetir mobil. Ha Ni terus menyuapi Seung Jo dan itu membuat Seung Jo kesal dan bertanya, “Hey apa kau sedang bermain-main? Apa kau tidak mendengarkan penjelasanku?” Ha Ni tertawa dan memakaikan kacamata pada Seung Jo dan terus menyuapi Seung Jo. Seung Jo pun lama-lama jadi tertawa melihat Ha Ni yang begitu ceria. Scarf yang di pakai Ha Ni terlepas dan Mereka pun langsung menghentikan mobil untuk mengambil scarf Ha Ni.

Scarf milik Ha Ni itu tersangkut di dahan pohon dan Seung Jo sulit mengambilnya. Seung Jo berkata, “Ini sulit. Kemarilah kau berlutut .” Ha Ni kebingungan dan berkata, “Hey aku ini perempuan.” Seung Jo berkata, “Kalau begitu kita tinggalkan saja. Lagi pula itu tidak begitu bagus.” Ha Ni menghentikan Seung Jo dan berkata, “Baiklah.” Ha Ni membungkukan badannya agar Seung Jo dapat menaiki punggungnya dan mengambil scarf itu. Ha Ni ketakutan dan berkata, “Bagaimana jika tulangku patah?” Seung Jo tertawa melihat itu dan berkata, “Berdirilah.”

Seung Jo membersihkan celana Ha Ni yang ada helaian daun lalu dia berkata, “Kau naik ke punggungku dan kau ambil scarf itu.” Ha Ni senang dan langsung naik ke punggung Seung Jo. Seung Jo berdiri secara perlahan-lahan dan Ha Ni berteriak ketakutan. Seung Jo meminta Ha Ni segera mengambil scarf yang tersangkut itu namun Ha Ni ketakutan dan berkata, “Nanti saja nanti!” Seung Jo pun berjongkok dan Ha Ni langsung turun dari punggung Seung Jo dengan ketakutan.

Ha Ni menyetir mobil dan berkata, “Lihat aku baguskan mengendarai mobil ini.” Seung Jo berkomentar, “Kau bisa mengendarainya karena jalanan di sini hanya lurus.” Ha Ni tersenyum senang dan sengaja menyetir dengan zig-zag. Seung Jo ketakutan dan berkata, “Apa kau menganggap menyetir ini adalah lelucon? Kau membuat bunga-bunga di tepi jalan itu mati!” Ha Ni berteriak keluar, “Maaf!” Seung Jo bertanya, “Apa yang akan kau lakukan jika bunga-bunga itu adalah manusia?” Ha Ni kaget dan balik bertanya, “Kenapa kau mengatakan hal seperti itu?”

Ha Ni secara tiba-tiba menginjak rem dan Seung Jo berkomentar, “Kau bisa membuat leherku ini patah! Jangan menyetir lagi.” Ha Ni berkata, “Tidak. AKu tadi melihat sesuatu di depan. Guru yang mengajariku menyetir berkata bahwa aku bagus dalam menyetir.” Seung Jo berkata, “Dimana kau belajar? Minta kembali uang pembayarannya.” Ha Ni kesal dan berkomentar, “Huh tidak seperti kau yang tidak memberikan perhatian padaku saat melakukan tes.” Seung Jo berkata, “Kau melakukannya lebih dari sekali. Aku khawatir anak kita akan memiliki otakmu.” Ha Ni tersinggung mendengar itu dan berkata, “Turun dari sini! Kau sepertinya tidak peduli jika aku hamil!”

Ha Ni turun dari mobil dan itu membuat Seung Jo panik. Seung Jo mengendarai mobilnya dan menyusul Ha Ni yang berjalan. Seung Jo terus membujuk Ha Ni untuk naik kedalam mobil namun Ha Ni terus menolak. Ha Ni tiba-tiba berkata, “Ada anak anjing!” Seung Jo kaget dan mobilpun tersangkut di solokan pinggir sawah.

Mobil mereka mogok dan Ha Ni berkata, “Bagaimana bisa kau tiba-tiba memutarkan stir? Aku pikir aku seharusnya tidak belajar menyetir darimu. Kau bisa membunuh banyak orang.” Seung Jo kesal di katakan seperti itu dan berkata, “Ini semua karena kau berkata bahwa ada anak anjing.” Ha Ni tertawa dan berkomentar, “Dan kau percaya? Wow sungguh keajaiban mobil Baek Seung Jo tersangkut ke solokan pinggir sawah.” Seung Jo berkata, “Jangan pernah kau bermain-main lelucon yang berbahaya seperti itu lagi.” Ha Ni menjawab kesal, “Aku mengerti.”

Seung Jo tersenyum dan berkata, “Tapi walaupun begitu hari ini aku sangat menikmatinya.” Ha Ni senang dan berkata, “Aku juga. Lain kali aku akan benar-benar menyetir da membawamu.” Seung Jo berkomentar, “Baiklah, lain kali yang masih sangat lama. Kau boleh melakukan itu setelah mendapatkan pelajaran dariku.” Ha Ni benar-benar senang dan langsung merangkul lengan Seung Jo.

Seung Jo berkata, “Pasang sabuk pengaman!” Ha Ni memasangkannya dengan cepat. Seung Jo kembali berkata, “Turunkan rem tangan.” Ha Ni mengerti dan langsung melakukannya lalu berteriak, “Ayo pergi!” Mobil pun mulai berjalan mundur dan ada mobil derek yang menarik mobil mereka.

Sinopsis Playful Kiss Episode 5

Ibu Seung Jo, Bapa Seung Jo, Eun Jo dan Papah pulang ke rumah dan menekan bel namun pintu tidak juga di buka. Ibu Seung Jo bilang bahwa Seung Jo dan Ha Ni sepertinya sudah tidur makanya tidak membukakan pintu. Akhirnya mereka pun masuk kedalam rumah dan Eun Jo langsung berlari masuk ke rumah menuju ke kamar Seung Jo.

Sebenarnya Seung Jo dan Ha Ni belum tidur. Mereka ada di kamar Seung Jo. Seung Jo terus mendekatkan wajahnya ke Ha Ni dan Ha Ni sangat panik. Ha Ni menahan Seung Jo dan berkata, “Pertama… Sebaiknya kita kencan dengan serius terlebih dahulu.” Seung Jo tersenyum dan bertanya, “Serius? Sejak kapan kata itu pernah dipakai hah? Serius? Hahaha….” Seung Jo tertawa dan pindah duduk ke sofa. Ha Ni benar-benar merasa malu dan di permainkan makanya langsung pergi keluar kamar Seung Jo dan lupa membawa buku Bahasa Inggrisnya.

Eun Jo melihat Ha Ni baru keluar dari kamar Seung Jo dan dia merasa heran. Seung Jo melihat buku Bahasa Inggris Ha Ni dan melihatnya. Eun Jo masuk ke kamar dan bertanya, “Ada apa dengan Oh Ha Ni? Mukanya sangat merah.” Seung Jo menjawab, “Benarkah? Hmm apa yang membuat pipinya memerah ya?” Seung Jo membaca buku Bahasa Inggris Ha Ni dan dia tertawa karna melihat coretan Ha Ni di buku itu mengenai Seung Jo.

Ha Ni menangis di kamarnya dan bilang bahwa Seung Jo ini laki-laki yang jahat karna selalu mempermainkannya. Ha Ni mengambil surat cinta yang dulu pernah dikirim kepada Seung Jo dan dia berkata, “Apa aku ini sangat bodoh? Setelah aku mengirim surat ini… Apakah harus seperti ini? Hatiku… Tidak melakukan apa yang sebenarnya aku mau.”

Di sekolah, banyak murid yang meributkan nama Oh Ha Ni yang ternyata tidak masuk kedalam siswa 50 peringkat teratas. Ha Ni bilang bahwa belajar di kelas khusus itu sangat tidak menyenangkan dan murisnya sangat aneh sekali. Joo Ri sangat lemas dan bertanya, “Selain universitas itu apakah tidak ada universitas lain yang bisa kita tuju?” Ha Ni dan Mi Ah pun ikut lemas memikirkan masalah Universitas.

Ha Ni dan Guru Kang Yi mencoba mencari Universitas yang bisa menerima Ha Ni namun Guru Kang Yi tidak menemukan Universitas yang sepertinya bisa menerima Ha Ni. Guru Kang Yi lalu mengusulkan Ha Ni masuk Universitas dengan menggunakan Jalur Khusus namun Jalur Khusus ini memerlukan surat rekomendasi dan juga piala penghargaan dan Ha Ni harus memiliki satu bidang yang menonjol di antara yang lainnya. Guru Kang Yi memperlihatkan brosur Universitas dan berkata, “Ya Universitas ini tidak hanya menerima murid yang pintar namun mereka juga menerima murid yang sangat berpotensi di masa depannya.”

Guru Kang Yi mencoba mencari Universitas dan bertanya pada Ha Ni, “Ha Ni apakah Kakekmu itu seorang pejuang?” Ha Ni mengingat Kakeknya yang seorang tukang penutup toko. Guru Kang Yi kembali bertanya, “Ha Ni apakah Ayahmu seorang agen rahasia?” Ha Ni mengingat ayahnya yang memiliki resep rahasia mie namun bukan seorang agen rahasia. Guru Kang Yi kembali bertanya, “Ha Ni apakah kau berasal dari keluarga beda budaya?” Ha Ni mengingat-ingat dan yang dia tau Ibunya hanya bisa bahasa Thailand Yom Yam yang artinya makanan Thailand. Guru Kang Yi benar-benar putus asa mencari Universitas untuk Ha Ni.

Guru Kang Yi melihat pulpen Ha Ni yang berasal dari tempat Donor Darah dan dia pun bertanya, “Ha Ni apakah kau suka mendonorkan darahmu?” Ha Ni menjawab, “Ya sekitar 2 bulan sekali. Aku lebih senang mendonorkan darahku dari pada memberi mereka uang.” Guru Kang Yi tersenyum dan berkata, “Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Disini ada Universitas yang akan memberikan 10 jam servis.” Ha Ni menghitung berapa kali dia pernah donor darah dan bertanya, “Jadi kalau 10 kali maka 100 jam?” Guru Kang Yi mengangguk dan mencoba mencari Universitas itu lalu tersenyum senang dan bilang pada Ha Ni bahwa Ha Ni bisa masuk di Jurusan Ilmu pengetahuan Sosial.

Ha Ni, Joo Ri dan Min Ah pergi makan bersama. Ha Ni bilang bahwa dia akan masuk Universitas Parang, Min Ah juga bilang bahwa dia akan masuk Universitas Parang jurusan animasi karna Guru Kang Yi yang merekomendasikannya. Joo Ri belum menemukan Universitas makanya dia terlihat sedih. Ha Ni bilang walaupun dia bisa masuk ke Universitas Parang dengan jalur Khusus tapi wawancaranya itu sangat susah. Min Ah bilang bahwa dia memiliki kemampuan analisis yang cukup baik. Joo Ri kesal karna Guru Kang Yi tidak membahas tentang Universitas Parang padanya.

Saat Joo Ri mau makan hot dog, Joon Gu mengambil Hot dog Joo Ri dan bilang bahwa tubuh Joo Ri sudah sangat besar. Joo Ri memukul Joon Gu dan langsung memakan hot dognya. Min Ah bertanya pada Joon Gu, “Aku jarang melihatmu padahal Ha Ni selalu ada disini.” Joo Ri ikut bertanya, “Apakah kau ini menempelkan pelacak pada Ha Ni sehingga kau bisa tiba-tiba muncul seperti hantu hah?” Joon Gu menjawab, “Apakah kalian tidak tahu? Ha Ni ini adalah petunjuk hidupku . Dia mengatakan kemana aku harus pergi, tempat mana, petunjuk mana….” Joo Ri kesal dan berkata, “Petunjuk itu adalah pantatmu!”

Joo Ri bertanya, “Kenapa kau sendiri? Kemana teman-temanmu yang lainnya?” Joon Gu menjawab, “Mereka pergi audisi.” Joo Ri berkomentar, “Benarkah? Aku kira mereka hanya akan menajdi pendaftar saja karna kerjaan mereka hanya mendaftar selalu.” Min Ah tiba-tiba berkata, “Ah bukankah itu Baek Seung Jo?” Semunya pun langsung kaget dan melihat dimana Seung Jo.

Seung Jo ternyata sedang di tawarkan Universitas oleh seorang laki-laki. Laki-laki itu berkata, “Sya pikir kamu harus kuliah di Universitas yang penuh dengan sejarah dan tradisi, Universitas yang memiliki lulusan yang hebat. Atau mungkin di Universitas American Ivy League?” Diam-diam Ha Ni, Joon Gu, Joo Ri dan Min Ah melihat hal itu dan penasaran dengan yang di bicarakan oleh laki-laki itu dan Seung Jo.

Di ruang khusus belajar, Semua murid sibuk belajar karna waktu ujian sudah dekat. Seung Jo sama sekali tidak belajar dan dia terlihat kebingungan. Seung Jo keluar dari ruang belajar khusus dan pergi keluar sekolah dan dia duduk memikirkan Universitas yang akan dia pilih.

Guru Kang Yi ada di ruang guru dan sedang sibuk mengisi formulir Universitas Ha Ni. Ada pertanyaan dalam formuli itu, “Apakah memiliki keahlian khusus?” Guru Kang Yi memikirkan keahlian khusus Ha Ni dan langsung mencatatnya. Guru Ji Oh melihat Guru Kang Yi dan berkomentar bahwa Guru Kang Yi sepertinya bekerja keras. Guru Kang Yi berkata, “Tentu saja. Apa kamu pikir bahwa saya ini guru yang senang bermain-main seperti seseorang?” Guru Ji Oh kaget dan bertanya, “Saya? Sejak kapan saya bermain-main hah?”

Kepala sekolah datang dan Guru Kang Yi meminta surat rekomendasi untuk Ha Ni dari pihak sekolah. Kepala Sekolah bilang bahwa dia tidak bisa memberikan surat rekomendasi pada murid yang sellau rengking 3 terbawah. Guru Kang Yi bilang bahwa Ha Ni berhasil masuk rengking 50 teratas hanya dalam waktu 1 minggu dan itu sebuah potensi yang sangat besar. Kepala sekolah bilang bahwa 70% siswa yang di terima di Universitas melalui jalur khusus adalah siswa yang memang pintar dan rengking 1 atau 2 dan jika saja Ha Ni berhasil diterima di Universitas Parang maka Kepala Sekolah akn mengakui Guru Kang Yi. Kepala sekolah langsung pergi.

Guru Kang Yi kesal namun dia tetap menulis formulir Universitas untuk Ha Ni dan menulis salah satu kelebihan dari Ha Ni adalah sellau semangat. Guru Ji Oh memberikan Guru Kang Yi vitamin C dan berkata, “Permisi… Ini adalah Vitamin c dan kau bisa melarutkannya dalam air. Ini pertama kalinya kau terlihat seperti manusia.” Guru Ji Oh langsung pergi dan Guru Kang Yi berkata, “Ah sepertinya dia mulai menyukaiku…”

Ha Ni mengetik formulir pendaftaran dan siap mengirimkannya melalui Pendaftaran online namun tiba-tiba saja komputer erorr dan kemungkinan data-data akan hilang. Ha Ni menangis dan akhirnya Seung Jo membantunya memperbaiki komputer. Ibu Seung Jo mencoba menenangkan Ha Ni tapi Ha Ni bilang bahwa pendaftaran online akan segera ditutup jadi dia harus cepat. Seung Jo meminta Ha Ni berhenti menangis karna itu mengganggu konsentrasinya. Ha Ni pun langsung diam dan berhenti menangis.

Akhirnya komputer selesai di perbaiki dan data formulir yang dibuat oleh Ha Ni tidak menghilang. Ha Ni sangat senang dan berterima kasih. Seung Jo meminta Ha Ni segera mengirimkan formulir itu melalui pendaftaran online. Ibu Seung Jo bilang agar setelah selesai mengirim formulir maka sebaiknya Ha Ni dan Seung Jo turun untuk makan malam bersama. Ibu Seung Jo mengajak Eun Jo turun makan namun dia terus menatap curiga ke Ha Ni dan Seung Jo. Ibu Seung Jo pun memaksa Eun Jo untuk segera meninggalkan kamar Ha Ni.

Ha Ni mengucapkan terima kasih pada Seung Jo yang duduk di kursi dalam kamarnya. Seung Jo bertanya, “Kau akan mendaftar ke Universitas Parang?”Ha Ni menjawab, “Sebenarnya aku tidak bisa masuk kesana karna nilaiku jelek. Tapi aku harus tetap mencobanya.” Seung Jo bertanya kembali, “Kenapa kamu mau masuk ke Universitas?” Ha Ni menjawab, “Kenapa kamu bertanya itu? Hmm untuk belajar…” Seung Jo berkomentar, “Kamu ini tidak memiliki keahlian dan tidak memiliki bidang yang dikuasai. Lalu kenapa kamu tetap mau melakukannya hah?” Ha Ni bilang bahwa jika dia tidak belajar maka dia tidak akan menemukan tujuan hidupnya atau appaun yang di suka dan bagus untuknya.

Seung Jo kembali bertanya, “Bagaimana caranya mengetahui apa yang kau suka?” Ha Ni melihat Seung Jo dan menjawab, “Jantungmu akan berdetak cepat jika kau menyukai sesuatu. Ayahku jantungnya selalu berdetak cepat saat mencium mie yang sudah kering.” Seung Jo memegang dadanya dan bilang, “Huh aku juga ingin merasakan seperti itu…” Seung Jo sadar bahwa dari tadi Ha Ni terus menatapnya makanya dia jadi salah tingkah dan langsung keluar dari kamar Ha Ni dan menyuruh Ha Ni segera menyelesaikan formulir Universitas.

Ha Ni berfikir, “Hmm kenapa aku ingin masuk ke Universitas? Awalnya aku tidak pernah memikirkan hal ini. Ah setidaknya orang jenius memiliki kekhawatiran tersendiri. Ah apakah dia menunjukan sedikit perasaannya padaku?” Ha Ni ingat akan formulir Universitasnya dan langsung mengirimnya dengan cepat.

Guru Kang Yi menunjukan surat kepada Kepala Sekolah dan surat itu dari Universitas Parang yang menerima Ha Ni dan Min Ah sebagai murid yang akan di wawancara. Guru Kang Yi sangat senang sementara Kepala Sekolah shock melihat hal itu. Guru Ji Oh menenangkan Kepala sekolah dan bilang bahwa itu memang misteri. Kepala Sekolah berkata, “Tapi kenapa harus dari kelas 3-7?”

Joo Ri bertanya pada Ha Ni dan Min Ah, “Jadi kalian akan diterima jika lulus wawancara?” Min Ah dan Ha Ni langsung mengangguk. Jang Mi yang ada di ruang klub seni bilang bahwa kompetisi di Universitas Parang ini sangat susah karna banyak sekali pendaftarnya. Ha Ni pun jadi khawatir mengenai wawancara ini karna dia tidak pandai berbicara. Min Ah juga bilang bahwa dia nanti akan ada tes kemampuan menggambar karna dia akan mengambil jurusan animasi.

Joon Gu bilang bahwa Ha Ni pasti di terima dan walaupun tidak di terima setidaknya Ha Ni sudah mencoba. Jang Mi bertanya pada Ha Ni, “Ha Ni, apakah kau memiliki backing?” Ha Ni tersenyum dan bilang, “Ya, Tuhan pasti akan menolongku.”

Pada saat hari wawancara, terjadi badai di Korea. Papah sangat khawatir dan bilang pada Ha Ni agar membatalkan wawancara saja. Ibu Seung Jo dan Bapa Seung Jo pun sangat khawatir karna sedang terjadi badai besar di luar rumah. Ha Ni tidak mau dan bertanya, “Kenapa? Apakah Papah tidak mempercayai kemampuanku?” Papah bilang bahwa dia percaya pada Ha Ni namun badai besar sedang terjadi. Ha Ni meyakinkan Papah bahwa dia akan baik-baik saja dan ini kesempatan yang sangat langka.

Ibu Seung Jo dan Bapa Seung Jo bilang bahwa sepertinya keadaan tidak berjalan dengan lancar. Papah ingin mengantar Ha Ni namun Ha Ni menolaknya dan bilang bahwa dia akan pergi sendiri saja dan lagi dia akan naik kereta jadi semuanya pasti baik-baik saja. Ha Ni pun pamit pergi untk melakukan wawancara di Universitas Parang.

Ha Ni naik kereta dan tiba-tiba saja ada pemberitahuan bahwa aktifitas kereta akan dihentikan karna jalur kereta tertutup oleh banjir sehingga para penumpang sebaiknya turun di stasiun berikutnya. Ha Ni jelas sangat panik karna itu artinya dia tidak akan bisa pergi ke Universitas Parang dengan menggunakan kereta.

Ha Ni berusaha berjalan kaki dan menembus badai dengan menggunakan payung. Di TV menyiarkan berita yang bilang bahwa badai besar melanda Seoul dan ini membuat banyak sekolah yang libur. Ha Ni terus berusaha melewati badai besar itu dan akhirnya sampai di Universitas Parang untuk melakukan wawancara.

Para juri sedang mewawancara salah satu murid dan mereka bertanya, “Apakah kau tidak kesulitan menuju kemari?” Murid itu menjawab, “Tidak. Rumahku cukup dekat.” Wawancara murid itu selesai dan murid di persilahkan pergi. Wawancara hari ini ternyata tidak berjalan lancar karna tidak banyak murid yang datang dikarnakan badai yang menimpa. Seorang juri meminta wawancara ditunda namun juri perempuan bertanya, “Berapa banyak badai yang akan menimpa seseorang hah? Ketika hal tersebut terjadi haruskan kita menundanya dan mengakhirinya seperti ini? Panggil saja murid selanjutnya!”

Murid selanjutnya yang masuk adalah Ha Ni. Ha Ni masuk dan duduk di kursi peserta. Tiba-tiba saja Ha Ni bersin dan para juri melihatnya. Ha Ni tersenyum malu dan terdiam.

Ibu Seung Jo memanggil Eun Jo untuk sarapan dan Eun Jo bilang bahwa dia tidak akan sekolah karna diluar terjadi badai. Seung Jo seperti biasa membaca koran di pagi hari. Ibu Seung Jo bilang bahwa dia sangat khawatir pada Ha Ni karna Ha Ni pergi wawancara dalam keadaan cuaca buruk dan dia harap hasil wawancara Ha Ni akan sangat baik dan berjalan lancar. Seung Jo diam saja dan menatap cuaca diluar rumah.

Juri melihat foto-foto Ha Ni dan bilang bahwa Ha Ni sangat menarik. Juri bertanya, “Oh Ha Ni apa yang kamu sukai?” Ha Ni menjawab dengan ceria, “Baek Seung Jo… Ah maksudku itu adalah manusia.” Juri bertanya, “Jadi yang kau sukai adalah hal kemasyarakatan? ” Ha Ni tersenyum, “Ya aku menyukai hal kemasyarakatan.” Ha Ni lalu mengeluarkan pendapatnya tentang ha kemasyarakatan pada para Juri namun susungguhnya yang Ha Ni keluarkan pendapatnya itu tentang Seung Jo.

Juri perempuan yang terlihat paling tegas bertanya, “Berikan alasan mengapa kamu harus menerimamu? Surat rekomendasi dari gurumu ini hanya setingkat amatir. Walaupun begitu… dalam waktu 1 minggu kamu berhasil naik keperingkat 50 besar namun dalam ujian selanjutnya kamu tidak berhasil kembali. Hmm sejak tahun lalu, setiap 2 bulan sekali kau mendonorkan darahmu… Dengan ini bagaimana bisa kamu lulus ujian yang pertama?” Ha Ni menunduk tidak tau mau menjawab apa. Salah satu juri berbisik pada juri perempuan, “Dia lulus ujian pertama karna kepribadiannya yang sangat percaya diri dan menyumbang banyak untuk masyarakat.” Juri perempuan marah dan bilang bahwa mereka tidak boleh memilih sembarang orang.

Juri perempuan itu meminta Ha Ni menyebutkan alasan mengapa mereka harus menerima Ha Ni. Ha Ni diam saja dan akhirnya juri perempuan itu bilang, “Waktumu sisa 1 menit. Ah baiklah jika kau tidak bisa menjawab maka sebaiknya murid selanjutnya panggil!”

Ha Ni dengan lemas berdiri namun dia tiba-tiba berkata, “Maaf, Anda memang benar, anda bisa menilai diri saya yang sebenarnya. Saya tidak memiliki kemampuan yang baik, lulus penerimaan ujian pertama saya merasa itu keajaiban untukku namun aku sangat bersyukur. Tapi hanya ini yang bisa aku katakan, jika ada murid yang pemalas dan tidak bekerja keras saat hujan badai datang dan anda pikir bahwa dia tidak cocok untuk Universitas ini maka pilihlah aku . Aku memang lambat namun aku tidak pernah menyerah. Aku bahkan selalu mengerjakan sesuatu hingga selesai. Karna hal itu aku dijuluki ‘Siput’ Cobalah anda memelihara siput.” Waktu habis dan Ha Ni pun langsung pergi.

Saat makan malam, Ha Ni bilang bahwa dia sepertinya akan gagal. Eun Jo berkata, “Aku tau itu.” Ibu Seung Jo langsung menutup mulut Eun Jo dan bilang bahwa hasil belum diumumkan jadi sebaiknya jangan menyerah. Bapa Seung Jo ikut menghibur Ha Ni dan bilang bahwa Ha Ni bisa tetap belajar bersama Seung Jo.

Tiba-tiba Seung Jo bilang bahwa dia tidak akan ikut ujian Universitas. Semuanya kaget dan bertanya, “Kenapa?” Seung Jo menjawab, “Karna tidak ada yang ingin aku lakukan. Dan aku juga tidak mau pergi kemana pun.” Bapa Seung Jo heran dan bertanya, “Lalu apa yang akan kau lakukan setelah lulus sekolah?” Seung Jo dengan santai menjawab, “Mungkin kerja paruh waktu.” Bapa Seung Jo sangat marah dan bilang bahwa hidup ini bukan sebuah lelucon.

Ibu Seung Jo bertanya, “Apakah kamu mau berbisnis dengan ibumu? Bagaimana dengan membuat shopping online?” Seung Jo menatap ibunya dan bilang, “Lalu apa yang akan terjadi pada kehidupanku? Aku tidak mau kuliah karna aku tidak tahu bagaimana cara melanjutkan kehidupanku. Karna saya tidak ingin seperti orang lain yang tidak memiliki tujuan hidup lalu bagaimana aku harus hidup?” Papah bilang bahwa Seung Jo bisa membantu urusan bisnis Bapa Seung Jo. Seung Jo bilang bahwa dia ini orang yang egois dan tidak tertarik pada ilmu bisnis. Bapa dan Ibu Seung Jo heran dan ingin marah, Seung Jo menyelesaikan makan malamnya dan pergi ke kamar.

Ibu Seung Jo bilang bahwa Seung Jo ini sangat mudah mendapatkan yang ingin dia dapat dan mungkin karna itu Seung Jo kehilangan motivasi. Ibu Seung Jo pun ingin membantu Seung Jo untuk menemukan sesuatu yang disukai oleh Seung Jo. Ha Ni ingat kata-kata Seung jo di kamar, “Aku ingin merasakan perasaan itu juga….” dan Ha Ni pun terdiam.

Teman-teman Ha Ni datang ke Restaurant Papah dan semua pun makan dengan lahap. Papah bilang bahwa makanan yang di buatnya itu artinya tidak akan gagal jika memakannya. Joo Ri langsung bilang bahwa dia harus banyak makan itu. Joon Gu menghentikan Joo Ri dan Joo Ri cemberut.

Papah melihat Ha Ni yang terdiam dan dia bertanya, “Ha Ni ada apa? Kenapa kau tidak memakannya?” Ha Ni kembali ceria dan bilang bahwa dia akan memakannya. Joon Gu memuji bubur buatan Papah dan Papah bilang bahwa semuanya harus makan yang lahap agar bisa mengerjakan ujian masuk Universitas. Ha Ni tiba-tiba berkata, “Papah, bisa kau tolong bungkuskan satu bubur lagi?”

Ternyata Ha Ni meminta satu bubur lagi untuk Seung Jo. Ha Ni mengetuk kamar Seung Jo dan bilang, “Baek Seung Jo… Semua mengkhawatirkanmu terutama Bapamu. Dia tidak banyak tertawa lagi sekarang. Kau ikutlah ujian lalu kau bisa menentukan akan masuk Universitas atau tidak. Jika kamu tidak mengikuti ujian dan tiba-tiba kamu menemukan sesuatu yang kamu inginkan lalu bagaimana? Bukalah pintumu. Kau bisa melakukan segalanya jadi kau harus menggunakan otakmu untuk kebaikan orang lain. Aku percaya bahwa orang-orang memiliki kebutuhan untuk saling berbagi. Muskipun aku ingin membaginya namun aku tidak memiliki apapun sehingga aku tidak bisa melakukannya. Aku akan menyimpannya di depan pintu, makanlah sebelum dingin dan… sampai jumpa besok.”

Seung Jo ada di dalam kamarnya dan membuka pintu saat Ha Ni sudah pergi. Seung Jo mengambil bubur dan dia melihat ada sebuah kotak berwarna pink. Kotak itu di buka dan ternyata ada garpu dan juga sebuah kartu. Di kartu iu tertulis, Semoga berhasil dalam ujian, Baek Seung Jo yang terbaik! Seung Jo tersenyum membaca pesan di kartu itu.


Pagi-pagi semuanya menunggu Seung Jo di bawah dan berharap Seung Jo akan ikut Ujian. Dan ternyata Seung Jo turun dan itu membuat semuanya senang. Seung Jo kelihatan pucat dan Ibu Seung Jo bertanya, “Apakah kau sedang flu?” Ha Ni mengeluarkan obat dari tasnya dan memberikan pada Seung Jo. Eun Jo membawakan minum dan Seung Jo mengucapkan terima kasih. Seung jo meminum obat lalu bertanya, “Obat ini tidak akan menyebabkan kantuk kan?” Ha Ni kaget dan membaca tulisan di bungkus obat, “Jangan meminum obat ini saat sedang menyetir ataupun melakukan hal yang membutuhkan konsentrasi. OH Ini menyebabkan kantuk!” Ha Ni panik dan meminta Seung Jo mengeluarkan obat itu kembali namun Seung Jo langsung mendorong Ha Ni dan bilang semua yang dilakukan oleh Ha Ni pasti saja selalu berakhir kacau.

Ibu Seung Jo memberikan semangat dan bilang bahwa obat itu pasti baik-baik saja karna Seung Jo kuat. Papah datang dan memberikan bekal makanan untuk Ha Ni dan Seung jo. Semuanya berterima kasih pada Papah. Papah mengucapkan selamat berjuang pada Seung Jo dan Seung Jo hanya tersenyum.

Di jalan, Ha Ni bilang bahwa Seung Jo telah membuat keputusan yang benar karna membuat semuanya senang. Seung Jo lalu bertanya, “Garpu itu? Apakah kau berniat menusukku dengan garpu?” Ha Ni menjawab, “Kau ini berfikir keterlaluan!” Ha Ni terus berjalan di belakang Seung Jo dan Seung Jo bertaya, “Sampai kapan kau akan terus mengikutiku? Lewat jalan yang lain saja kamu.” Ha Ni baru ingat bahwa tempat ujian mereka berbeda dan Ha Ni pun berteriak, “Baek Seung Jo lakukan yang terbaik! Fighting!” Seung Jo hanya melambaikan tangan dan terus berjalan. Ha Ni tersenyum senang melihat itu.

Ibu Seung Jo, Bapa Seung Jo dan Papah sedang bekumpul di meja makan. Mereka senang karna akhirnya Seung Jo mau mengikuti ujian. Ibu Seung Jo bilang bahwa sampai kemarin itu Seung Jo masih bersikeras tidak akan ikut ujian tapi tiba-tiba saja keputusannya berubah pagi ini.

Eun Jo sedang bermain namun dia tidak terlihat khawatir dan dia bilang, “Hmmm aku merasa khawatir sekali. Sepertinya ada sesuatu yang membuatku merasa tidak nyaman…”

Seung Jo mengerjakan soal ujiannya namun soal-soal itu di matanya terlihat buram dan dia merasa mengantuk. Ada seorang pengawas yang menegur Seung Jo dan Seung Jo meminta maaf karna dia merasa ngantuk gara-gara meminum obat flu pagi ini. Pengawas bilang bahwa sisa waktu yang tersisa adalah 15 menit lagi. Seung Jo kaget dan langsung mengerjakan soal. Perempuan yang selama ini selalu mencoba mendekati Seung Jo melihat Seung Jo karna tidak biasanya Seung Jo seperti ini.

Ha Ni bercerita pengalamannya wawancara dan bilang bahwa juri perempuan itu sangat menyeramkan dan seperti nenek sihir. Ha Ni bertanya, “Min Ah apakah kau mengerjakan ujianmu dengan baik?” Min Ah menjawab, “Entahlah aku hanya mengsal ikut ujian saja.” Ha Ni bilang bahwa dia sepertinya telah melakukan banyak kesalahan dalam ujian, Lalu bagaimana masa depannya?

Joo Ri menenagkan Ha Ni dan bilang bahwa Ujian sudah selesai jadi tidak perlu dibahas lagi. Ha Ni bingung dengan apa yang di lakukan oleh Joo Ri dan dia bertanya, “Joo Ri apa yang sedang kau lakukan?” Joo Ri berbalik dan ternyata tadi itu Joo Ri sedang berdandan. Juri menanyakan pendapat teman-temannya, “Bagaimana penampilanku? Aku mirip dengan Ga In Brown Eyed Girls kan?” Ha Ni tertawa dan ikut menari Abracadabra bersama Joo Ri.

Ha Ni melihat alat kosmetik Joo Ri yang lengkap, Joo Ri menawarkan memakaikan bulu mata palsu pada mata Ha Ni. Joo Ri memuji mata Ha Ni yang semakin indah dan terlihat lebih besar 10 kali limat. Min Ah bilang kalau mata Ha Ni lebih besar 10 kali lipat maka akan seperti mata monster.

Jang Mi datang ke ruang club seni dan bertanya, “Jadi kau sekarang mencoba berdandan hah setelah menghancurkan hidup seseorang?” Ha Ni tidak mengerti sama sekali. Jang Mi bilang, “Aku mendengar bahwa kau memberikan obat tidur pada Seung Jo saat sebelum Ujian. Setelah minum itu dia tertidur dan harus mengisi jawaban dengan terburu-buru karna waktu tersisa sedikit lagi. Apa yang kamu lakukan hah? Bagaimana kamu akan bertanggung jawab atas perbuatanmu itu hah?” Ha Ni terdiam tidak bisa menjawab.

Joo Ri marah pada Jang Mi namun Jang Mi terus melanjutkan omongannya, “Karena hal itu mungkin dia tidak akan bisa masuk Universitas! Tapi kamu sepertinya hanya peduli pada dirimu sendiri. Apakah kamu masih berani untuk mengatakan bahwa kau menyukainya? Hey jawab! Aku sedang bertanya padamu!” Ha Ni terdiam dan dia melepaskan bulu mata palsu yang di pakainya.

Ha Ni pulang ke rumah dan dia menatap kamar Seung Jo dan berkata dalam hati, “Apakah tidak apa-apa? Kau mengerjakan semuanya dengan baik-baik saja kan? Kau adalah Bae Seung Jo jadi tidak mungkin hanya karna obat itu ya tidak mungkin…” Ha Ni berjalan menuju kamarnya dan dia kaget saat melihat ada Seung Jo di kamar mandi, Ha Ni pun berusaha bersembunyi di balik pintu dan berkata dalam hati, “Kumohon katakanlah ini semua tidak mungkin.”

Guru Kang Yi membagikan hasil ujian dan para murid langsung sedih karna nilainya jelek-jelek dan Guru Kang Yi memberikan semangat pada mereka. Saat ulangan Joon Gu dibagikan, yang sedih justru Guru Kang Yi dan Joon Gu yang menenagkan Guru Kang Yi dengan bilang bahwa dia sudah memiliki rencana untuk masa depannya. Guru Kang Yi senang mendengar itu. Joon Gu melihat Ha Ni dan bilang walaupun nilai Ha Ni jelek maka dia akan selalu menjaga Ha Ni. Semua teman-teman menyorakinya dan Ha Ni hanya diam saja.

Joo Ri bilang, “Hey Joon Gu jangan menganggu Ha Ni lagi! Dia ini sudah punya Baek Seung Jo!” Joon Gu berkata, “Apa kau bilang? Huh laki-laki pengecut itu tak bisa membuat perempuan bahagia!” Joo Ri bertanya, “Lalu apa yang kau bisa lakukan untuk Ha Ni hah?” Guru Kang Yi menenangkan semuanya dan meminta semuanya untuk tidak ribut. Min Ah dan Joo Ri memberikan semangat pada Ha Ni.

Di kelas 3-1 hasil ujian di bagikan oleh Guru Ji Oh dan Seung Jo kaget melihat nilainya. Guru Ji Oh bertanya, “Ada apa?” Seung Jo menjawab, “Setelah melihat ini… Aku berfikir, apakah aku ini benar-benar jenius?” Guru Ji Oh merasa aneh dan bilang, “Ada apa kau ini? Kau membuatku takut saja. Kamu masih ada tes wawancara jadi cukup lakukan itu dengan baik. Ah haruskah kami membantumu untuk masuk Universitas Tae Sang? Tapi sejujurnya dengan kemampuanmu ini masuk Universitas Tae Sang sepertinya hanya buang-buang waktu saja. Kamu seharusnya masuk ke Universitas seperti Harvard. Bagaimana pun juga kamu telah melakukan yang terbaik Baek Seung Jo.” Guru Ji Oh memeluk Seung Jo dan semua teman-teman kelas 3-1 bertepuk tangan.

Ha Ni mendengar kabar ujian Seung Jo yang bagus dan dia berteriak, “BANZZAI!!!” Joo Ri bertanya, “Oh Ha Ni dengan nilaimu yang begitu, apakah kau masih bisa berteriak Banzai?” Ha Ni ingat akan nilainya dan dia pun kembali lemas. Joo Ri dan Min Ah melihat Ha Ni tapi tiba-tiba Ha Ni tersenyum senang dan berkata, “Bagaimana mungkin aku bisa berhenti ceria? Baek Seung Jo Hore! Korea Hore!!”

Di rumah, Ha Ni duduk di ruang keluarga bersama Ibu Seung Jo dan dia sangat menunggu telfon dari Universitas Parang. Ada telfon yang masuk ke HPnya dan Ha Ni langsung mengangkatnya. Tapi ternyata itu telfon salah sambung yang menanyakan rumah makan bebek panggang. Lalu ada yang menelfon dan Ha Ni senang karna dia diterima di Universitas Parang. Ibu Seung Jo juga ikut senang. Tiba-tiba yang meneflon bertanya, “Kau jurusan apa?” Ha Ni menjawab, “Aku jurusan ilmu pengetahuan sosial.” Yang menelfon bertanya kembali, “Bukan jurusan apel?”

Ha Ni kebingungan dan saat melihat keluar jendela ternyata ada Eun Jo yang memegang HP dan juga Apel. Ha Ni dan Ibu Seung Jo pun kesal setengah mati sementara Eun Jo berteriak, “Oh Ha Ni Bodoh!”

Ha Ni menunggu hingga malam dan berkata, “Jika Seung Jo masuk Universitas Tae Sang maka aku akan masuk Universitas mana? Aigooo…” HP Ha Ni berbunyi dan itu telfon dari Min Ah yang bilang bahwa dia baru saja di telfon oleh Universitas Parang yang bilang bahwa Min Ah di teerima. Ha Ni pun ikut senang mendengar hal itu. Min Ah bertanya, “Bagaimana denganmu?” Ha Ni dengan lesu menjawab, “Belum ditelfon.” Min Ah memberikan semangat dan bilang bahwa nanti pasti Ha Ni akan ditelfon.

Ha Ni sekali lagi mengucapkan selamat pada Min Ah dan bilang bahwa Min Ah telah melakukannya dengan sangat baik. Ha Ni pun menutup telfonnya. Hingga malam Ha Ni belum mendapatkan telfon dan Seung Jo melihat Ha Ni yang sedih.

Keesokannya, Ibu Seung Jo memberikan Ha Ni buah namun Ha Ni bilang bahwa dia tidak berhak untuk makan. Ibu Seung Jo membujuk Ha Ni untuk memakan buah namun Ha Ni tidak mau. Ha Ni bilang bahwa hari ini adalah pengumuman terakhir dan jam 10 sudah lewat itu artinya dia tidak di terima. Ha Ni bilang bahwa dia sudah bisa menebak hal ni karna juri perempuan yang menyeramkan itu tidak memiliki alasan apapun untuk menerima Ha Ni. Ibu Seung Jo berkata bahwa Ha Ni masih bisa masuk Universitas lainnya lewat jalur lain. Ha Ni sedih dan bilang bahwa nilai dia itu tidak bagus.

HP Ha Ni berbunyi dan bilang bahwa Ha Ni di teima di Universitas Parang. Ha Ni kesal dan bilang, “Ah ini pasti kau Baek Eun Jo!!!” Eun Jo datang dan bertanya, “Ada apa menyebut namaku?” Ha Ni kaget dan berkata, “Ah maaf aku pikir ini telfon palsu. Ada apa?” Penelfon bilang, “Ada seorang siswa yang mengundurkan diri sehingga anda Oh Ha Ni di terima di Universitas Parang.” Ha Ni kaget dan langsung berkata, “Ya ya ya ya ya ya tentu saja aku akan menerimanya!” Ibu Seung Jo senang dan langsung memeluk Eun Jo. Ha Ni pun ikut memeluk Ibu Seung Jo dan Eun Jo. Diam-diam Seung Jo melihat itu dan tersenyum senang.

Ibu Seung Jo, Bapa Seung Jo, dan Papah melakukan pesta kecil di Restaurant Mie untuk Ha Ni. Ha Ni bilang bahwa dia ini sangat beruntung karna waktu itu terjadi badai sehingga tidak banyak murid yang datang. Papah bilang bahwa semua ini karna keberuntungan Papah. Semuanya tertawa senang.

Bapa Seung Jo memberikan hadiah pada Ha Ni yang berupa matel berwarna merah. Ibu Seung Jo juga memberikan sebuah amplop yang isinya tiket menonton Drama Musical Goong. Ibu Seung Jo bilang bahwa mereka akan menonton bersama dan Ha Ni harus datang hari sabtu ke drama musical itu.

Ha Ni sudah datang ke tempat Drama Musical dengan menggunakan mantel merah pemberian dari Bapa Seung Jo dan dia sedang menunggu Ibu Seung Jo yang belum datang juga. Ibu Seung Jo menelfon dan bilang bahwa di jalan sangat macet. Eun Jo berteriak, “Tidak ada kemacetan!” Namun Ibu Seung Jo langsung menutup mulut Eun Jo. Ibu Seung Jo meminta Ha Ni masuk kedalam Teater duluan saja dan meninggalkan 1 tiket di counter penjual tiket. Ha Ni mengerti dan menutup telfonnya. Ha Ni berjalan menuju counter tiket dan menitipkan satu buah tiket.

Ha Ni masuk kedalam gedung dan duduk sendirian. Ha Ni tertawa sendiri dan Ibu Seung Jo belum juga datang. Tiba-tiba ada yang duduk di kursi Ibu Seung Jo dan itu adalah Seung Jo!!!!! Ha Ni kaget dan terus menatap Seung Jo, Seung Jo menunjuk panggung Drama agar Ha Ni melihat ke depan namun Ha Ni maish terus menatapnya sehingga dia pun memegang kepala Ha Ni dan membuat Ha Ni melihat ke depan.

Selesai pertunjukan, Seung Jo dan Ha Ni berjalan pulang. Ha Ni mencubit pipinya dan berteriak kesakitan. Seung Jo bertanya, “Kenapa? Apakah kau mau aku yang mencubitmu?” Ha Ni tidak mempedulikan pertanyaan Seung Jo dan dia bertanya, “Tapi… Bagaimana bisa kamu datang kemari?” Seung Jo balik bertanya, “Menurutmu bagaimana?”

Ibu Seung Jo dan Eun Jo selesai belanja dan Ibu Seung Jo bertanya, “Eun Jo, bagaimana menurutmu mengenai akting ibumu ini hah? Tadi kamu mendengarkan ketika ibu berakting di telfon ‘Seung Jo… Bagaimana ini Ibu ada di depan panggung perrtunjukan sendiri? Tidak ada yang mau menemaniku menonton’ Lalu dia bilang bahwa dia akan datang. Apakah Ibumu ini harus menjadi artis hah?”

Eun Jo melihat Ibunya dan bertanya, “Apakah benar dia datang hanya karna akting Ibu?” Ibu Seung Jo tidak mengerti pertanyaan Eun Jo. Eun Jo diam saja dan terlihat berfikir. (Mungkin maksud Eun Jo ini, “Apakah Seung Jo benar-benar datang karna kasihan pada Ibunya yang nonton sendiri atau memang sudah tau bahwa Ha Ni yang menonton Drama Musical ini?”)

Ha Ni bertanya pada Seung Jo, “Bukankah kau akan menghadiri wawancara Universitas Tae Sang?” Seung Jo terus berjalan dan menjawab, “Mengapa kau juga menanyakan hal ini? Kenapa semua orang selalu membicarakan Universitas?” Ha Ni bilang, “Karna kau ini pintar maka kau memiliki sesuatu yang bisa di tawarkan. Dan… Nikmatilah hidupmu ini. Bersenang-senang. Nenekku selalu mengatakan ini padaku, ‘Ha Ni ah, nikmatilah hidupmu dan bersenang-seneng lah. Bersenang-senang dan buat orang lain bahagia!’ Nenekku selalu bilang bahwa hidupku akan baik-baik saa jika aku melakukannya dengan penuh kegembiraan. “

Seung Jo masih merasa aneh dan bilang, “Hmm bersenang-senang?” Ha Ni lalu bilang, “Jika kamu masuk Universitas Parang maka aku akan membuat masa kuliahmu lebih menyenangkan.” Seung jo hanya menatap Ha Ni.

Mereka memainkan mesin boneka dan Seung Jo berhasil mendapatkan boneka. dan melemparkannya pada Ha Ni. Ha Ni bertanya, “Apa kau tidak akan menggunakannya?” Seung Jo balik bertanya, “Apa kau pikir aku membutuhkannya?” Ha Ni sangat senang dan langsung memeluk boneka itu.

Kesenangan Ha Ni langsung hilang saat ada yang memanggil namanya dan ternyata yang memanggilnya adalah Joon Gu dan Bye Bye Sea. Akhirnya Joon Gu, Ha Ni dan Seung Jo minum bersama. Joon Gu sangat stress saat tau kalau Ha Ni dan Seung Jo baru saja menonton Drama Musikal bersama. Joon Gu bertanya, “Ha Ni, dia tidak berbuat macam-macam padamu kan? Maksudku bersentuhan tangan saat memakan pop corn atau yang lainnya?” Ha Ni dan Seung Jo hanya tertawa.

Joon Gu melihat boneka di tangan Ha Ni dan dia bertanya, “Ha Ni apakah kau membeli boneka ini? Ah boneka ini bahkan bisa berbicara.” Ha Ni menjawab, “Tidak. Seung Jo mendapatkannya dari mesin boneka ini. Dia memberikan padaku sebagai ucapan selamat masuk Universitas.” Joon Gu kesal dan berkata, “Boneka ini terlihat sangat murahan. Hei Baek Seung Jo apakah kau mempermainkan Ha Ni?” Ha Ni membela Seung Jo, “Apa yang salah dengan boneka ini? Dia mendapatkannya dengan usaha dia sendiri. Kamu kan tahu seberapa susah mengambil boneka dari mesin boneka.” Joon Gu kesal dan bilang bahwa itu sangatlah mudah.

Seung Jo menghabiskan minumannya lalu melemparkannya ke tempat sampah dan MASUK!! Ha Ni sangat kagum dan tentu saja Joon Gu tidak mau kalah, dia melemparkan bekas minuman ke tempat sampah dan berhasil masuk juga. Bye Bye Sea dan Ha Ni pun langsung berteriak heboh dan senang. Seung Joo tidak menyukai ekspresi Ha Ni tadi makanya dia beridri dari duduknya mengambil botol bekas melemparnya lalu menendangnya dan berhasil masuk tong sampah. Tentu saja Ha Ni sangat kagum.

Seung Jo tersenyum puas dan berniat pergi namun Joon Gu menghentikannya dan ingin ikut menunjukan kemampuannya. Joon Gu mengambil bekas minum dan menendangnya namun dia terjatuh. Bye-Bye Sea langsung menolongnya sementara Ha Ni dan Seung Jo tertawa. Joon Gu benar-benar kesal dan merasa malu karna terjatuh di depan perempuan yang di cintainya dan juga di depan saingannya.

Ha Ni lalu berfikir, “Hmm sepertinya ini sering terjadi.” Ha Ni menghayal bahwa dia adalah seorang putri dan Joon Gu memaksa Ha Ni untuk mencintainya namun dia tidak bisa mencintai 2 orang sekaligus. Tiba-tiba muncul pangeran yaitu Seung Jo yang menyelamatkan Ha Ni. Joon Gu mengeluarkan pedangnya dan Seung Jo juga siap bertarung. Ha Ni meminta agar Seung Jo tidak melakukan ini namun Seung Jo berkata, “Jika aku mati… aku mati karna cintaku.” Pertarungan di mulai dan mereka sama-sama akan slaing membunuh, Tiba-tiba Ha Ni berteriak “Tidak!”

Kembali ke alam sebenarnya. Semuanya kaget saat melihat Ha Ni yang berteriak dan mengulurkan tangannya. Ha Ni malu dan langsung melakukan gerakan senam. Joon Gu heran namun dia mengikuti Ha Ni melakukan gerakan senam. Seung Jo hanya tertawa kecil.

Hari wawancara Universitas Seung Jo sudah tiba dan Seung Jo bersiap-siap pergi. Ibu Seung Jo memberikan semangat dan bilang bahwa Seung Jo pasti bisa memberikan yang terbaik. Bapa Seung Jo, Papah dan Eun Jo pun ikut memberikan semangat. Hanya Ha Ni yang diam saja dan melihat kepergian Seung Jo.

Papah bilang akhirnya setelah sempat bingung apakah akan kuliah atau tidak ternyata sekarang Seung Jo sudah menentukan pilihan. Ibu Seung Jo bilang bahwa masa kuliah ini sepertinya akan membuat rusak masa-masa indah Seung Jo dan Ha Ni bersama. Papah bilang bahwa pada saat kuliah itu justru Ibu Seung Jo menikah dengannya. Ibu Seung Jo langsung malu-malu.

Ha Ni ingat akan pembicaraan waktu berjalan selesai menonton Drama Musical dan dia pun langsung menggunakan jaketnya dan bersiap pergi. Papah bingung, “Kau mau kemana?” Ha Ni menjawab, “Tidak aku hanya sedikit khawatir jadi akau akan mengikutinya hingga ke ruang ujiannya. Aku pergi!” Eun Jo melihat itu dan lagi-lagi berkata, “Aneh. Aku sangat mengkhawatirkan ini. Benar-benar mengkhawatirkan.”

Ha Ni diam-diam terus mengikuti Seung Jo dari belakang. Di saat menyebrangi jalan, Ha Ni menabrak seseorang dan membuat boneka yang di kasih oleh Seung Jo terjatuh. Seung Jo terus berjalan dan tersenyu (Hmm kayanya dia sadar ada Ha Ni yang mengikutinya.) Ha Ni sadar bahwa bonekanya itu terjatuh dan dia bingung antara mengikuti Seung Jo atau mengambil bonekanya. Ha Ni memilih boneka dan langsung berlari ke tengah jalan lalu ada suara hantaman keras.

Seung Jo berhenti berjalan dan mendengar anak sekolah berteriak, “Lihat itu ada seorang perempuan tertabrak mobil. Lihat itu!” Anak sekolah itu berlari panik dan Seung Jo melihat ke belakangnya.

Ha Ni masuk rumah sakit dan kakinya di gips. Saat Ha Ni bangun, Papah, Ibu Seung Jo dan Bapa Seung Jo langsung mengkhawatirkannya. Ibu Seung Jo bilang bahwa tadi Ha Ni di tabrak mobil. Ha Ni mengingat itu lalu bertanya, “Bagaimana dengan Seung Jo?” Ibu Seung Jo menjawab, “Dia pergi untuk wawancara tentu saja.” Ha Ni merasa lega mendengar itu.

Pintu kamar Ha Ni terbuka dan Seung Jo masuk. Semuanya kaget melihat Seung Jo karna seharusnya Seung Jo itu ikut wawancara Universitas.

Sinopsis Playful Kiss Special Episode 4

Episode 4 : Baek Seung Jo adalah suamiku!

Ibu Seung Jo, Seung Jo, Ha Ni, dan Eun Jo sedang berkumpul di ruang tengah. Eun Jo tiba-tiba bertanya, “Ji Soo Noona akan kembali?” Seung Jo juga ikut bertanya, “Go Ji Soo? Apakah dia sudah kembali?” Ibu Seung Jo menjawab, “Ya. Dia sedang berlibur sehingga dia akan datang kemari. Dia mengatakan bahwa dia sedang di bandara beberapa saat yang lalu, dia akan sampai kemari secepatnya.”

Ha Ni yang tidak mengetahi siapa itu Ji Soo pun bertanya, “Ji Soo? Siapa dia?” Eun Jo menjawab, “Seseorang. Jika dia tidak pindah ke luar negeri maka kaka iparku mungkin bukan Oh Ha Ni tapi Ji Soo Noona!” Ibu Seung Jo jelas langsung memarahi Eun Jo, “Apa yang kau katahui hah Baek Eun Jo? Kau bahkan masih menggunakan popok pada saat itu. Ji Soo itu dulu tinggal di daerah kami. Dia sudah seperti kaka adik dengan Seung Jo dan Eun Jo. Ji Soo akan terus mengikuti Seung Jo kemanapun dan Eun Jo akan mengikuti Ji Soo kemanapun. Mereka bertiga ini sangat lucu bersama. Dan seluruh tetangga sering membayangkan bagaimana jika Seung Jo dan Ji Soo menikah…” Ibu Seung Jo berhenti berbicara karena dia sadar bahwa dia salah berbicara dan dia mencoba mencairkan suasana dengan tertawa, “Hahaha tenang saja dia sudah lama tidak di Korea jadi dia tidak akan merebut Seung Jo.”

Ibu Seung Jo lalu mengatakan bahwa Ji Soo ini satu tahun lebih muda dari Ha Ni jadi Ibu Seung Jo berharap Ha Ni akan baik dan akrab dengan Ji Soo. Ha Ni tersenyum senang dan berkata, “Aku sedikit gugup karena dia lebih muda dariku. Seujujurnya aku berharap memiliki adik perempuan dari pada adik laki-laki.” Ibu Seung Jo terlihat senang mendengar hal itu. Suara bel berbunyi dan Eun Jo langsung berkata, “Itu pasti Ji Soo Noona.”

Eun Jo membukakan pintu dan Ji Soo pun masuk kedalam rumah dan langsung memeluk Ibu Seung Jo. Ibu Seung Jo berkata, “Wow kau tumbuh tidak seperti yang ku bayangkan.” Ji Soo tersenyum dan bertanya, “Apa kau baik-baik saja?” Seung Jo berdiri dan menyapa Ji Soo. Ji Soo sangat senang melihat Seung Jo dan langsung memeluk Seung Jo, “Oppa aku sangat merindukanmu.” Ha Ni kaget melihat Ji Soo yang tiba-tiba memeluk Seung Jo apalagi Ji Soo juga tiba-tiba mencium pipi Seung Jo.

Ibu Seung Jo memisahkan Ji Soo dan Seung Jo lalu berkata, “Ji Soo, ini adalah istri Seung Jo, Oh Ha Ni.” Ji Soo memberi salam dan berkata pada Ha Ni, “Unnie aku ingin sekali bertemu denganmu. Bagaimana caramu merayu Oppa Baek Seung Jo ku ini? Aku benar-benar ingin tau. Jadi kau harus menceritakannya padaku, baik?”

Ji Soo memeluk Seung Jo dan berkata, “Oppa setiap hari aku memimpikanmu, Apa kau tau itu? Dimana kamarmu Oppa? Ayo kesana.” Ha Ni benar-benar kesal melihat sikap Ji Soo yang selalu menempel dengan Seung Jo.

Saatnya makan bersama. Ji Soo datang dan meminta maaf karena tidak membantu Ha Ni menyiapkan makanan. Ha Ni berkomentar, “Tidak apa-apa. Bagaimanapun juga kau tamu disini.” Ha Ni menarik kursi hendak duduk di samping Seung Jo namun Jo Soo sudah lebih dulu duduk di kursi Ha Ni tersebut. Ha Ni jelas kesal dan terlihat bahwa Ibu Seung Jo dan Seung Jo juga kaget melihat Ji Soo yang duduk di tempat Ha Ni. Akhirnya Ha Ni pun duduk di kursi samping Eun Jo.

Saat Seung Jo akan makan, Ji Soo memberikan daging pada sendok Seung Jo dan meminta Seung Jo untuk memakan itu. Seung Jo tidak enak untuk menolak hingga akhirnya dia mencobanya. Ha Ni yang melihat itu jelas sangat-sangat kesal. Ji Soo tiba-tiba berkata, “Aku tau sekarang Unnie. Kau duluan yang mendekati Oppa Seung Jo ku ini kan?” Eun Jo yang menjawab, “Tentu saja dia yang mengejar Hyung.” Ji Soo memeluk lengan Seung Jo dan berkata, “Jika aku tau hal itu maka aku tidak akan melepaskan Oppa Seung Jo ku ini semudah itu. Aku harusnya membuat dia menjadi milikku sebelum aku pergi keluar negeri.”

Ha Ni kesal mendengar hal itu dan berkata dalam hati, “Apa yang dia katakan hah? Bagaimanapun juga Seung Jo kini suamiku. Huh dia terus memanggil ‘Seung Jo Oppa ku, Seung Jo Oppa ku.’ Bukankah dia ini cukup berbahaya?”

Ibu Seung Jo mendekati Ha Ni dan berkata, “Ha Ni jangan khawatir. Dia selalu begitu, terlalu ramah pada orang lain.” Ha Ni berusaha tersenyum dan menjawab, “Ah tidak apa-apa Ibu.”

Ha Ni duduk di atas tempat tidur dan Seung Jo masuk ke kamar lalu bertanya, “Bukankah dia lucu?” Ha Ni menjawab, “Huh? Ah ya dia cantik dan memiliki tubuh yang bagus. Dan dia terlihat sangat percaya diri sekali di depanmu Seung Jo.” Seung Jo berkomentar, “Dia sudah lama sekali di daerah ini dan dia terlihat seperti perempaun sekarang ini. Jangan sampai kau menganggapnya sebagai sainganmu atau apapun. Jangan membandingkan dirimu dengan dia atau nanti kau akan bingung.” Ha Ni jelas sangat kesal mendengar Seung Jo yang terlihat membela Ji Soo.

Seung Jo kembali berkata, “Berbuat baiklah selama dia ada disini, mengerti?” Ha Ni langsung berbaring dan bberkata dalam hati, “Benar. Dia itu hanya seperti adik perempuan. Tapi bagaimanapun juga kenapa aku merasa aneh dan cemas?” Ha Ni bingung sendiri dan langsung menutup dirinya menggunakan selimut dan tentu itu membuat Seung Jo bingung juga.

Ha Ni menunggu di luar kampus untuk menunggu kelasnya Seung Jo berakhir namun Seung Jo belum keluar juga sehingga dia meninggalkan pesan suara, “Seung Jo sepertinya kelasmu berakhir telat. Ayo kita makan di Restaurant Papah. Dia menyiapkan menu baru. Dia bilang bahwa ini sangat populer sehingga aku harus mencicipinya bersamamu. Aku ada di depan perpustakaan saat ini. Aku akan menunggumu.”

Pada akhirnya Ha Ni pulang sendiri karena Ji Soo meninggalkan pesan, “Bisakah kau meminjamkan Seung Jo Oppa untuk hari ini saja?” Lalu Seung Jo juga meninggalkan pesan, “Kita dapat memakan mie nanti. Tapi jika kau benar-benar penasaran dengan menu baru itu maka kau pergi saja ke Restaurant Papah. Sampaikan pada Papah penyesalanku”

Ha Ni terus berjalan sendirian dan berkata, “Seung Jo itu bukan sebuah barang, lalu mengapa aku harus meminjamkannya? Seung Jo adalah suamiku dan aku istrinya. Tunggu… Apakah aku cemburu sekarang ini? Apa yang salah denganku? Dia hanya pergi keluar bersama perempuan yang lebih muda yang sudah seperti adik. Ya ya itu tidak benar. Bahkan kami sudah berjanji cinta kita di depan banyak orang. Oh ini benar-benar sangat lucu.”

Saat Ha Ni sedang melipat pakaian, Ji Soo datang menghampirinya dan tiba-tiba berkata, “Dibadingkan dengan laki-laki lain, Oppa Seung Jo ku ini baik dalam berciuman, benar bukan?” Ha Ni kaget mendengar hal itu dan menjawab, “Hmm Seung Jo adalah satu-satunya jadi aku tidak memiliki perbandingan.” Ji Soo berkomentar, “Kau naif! Aku sudah mencobanya beberapa kali saat di luar negeri dan aku pikir tidak ada yang sebaik Seung Jo Oppaku ini. Ciuman pertama ku itu dengan Seung Jo Oppa. dan aku yakin itu juga ciuman pertama bagi Seng Jo Oppa. Kau sungguh beruntung Unnie dapat bersama dengan Seung Jo Oppa yang pinter berciuman. Sudah aku pergi tidur duluan. Selamat malam.” Ji Soo pergi dan itu membuat Ha Ni kesal sekali.

Saat malam, Ha Ni membuat kegaduhan di tempat tidur dan itu membuat Seung Jo kesal dan bertanya, “Apakah kita bisa tidur?” Ha Ni ingin bertanya sesuatu namun dia tidak jadi bertanya. Seung Jo yang bertanya, “Apa?” Ha Ni pun memberanikan diri bertanya, “Kamu… Ciuman pertamamu…” Seung Jo mendengar kata ciuman itu seperti kata “Chucky” sehingga dia bertanya, “Chucky? Film Horror itu?” Ha Ni kebingungan dan menjawab, “Ya film itu menyeramkan.” Seung Jo bertanya, “Apa kau bermimpi itu?” Ha Ni tidak mendengarkan pertanyaan Seung Jo dan memilih tertidur.

Pagi-pagi Ha Ni turun ke dapur dan melihat Ji Soo yang sedang memasak sarapan untuk Seung Jo. Ji Soo berkata, “Selamat pagi unnie. Kau harusnya tidur lah sebentar lagi, aku akan memasak sarapan untuk Seung Jo Oppa ku . Oppa sangat menyukai Ommelet jadi aku membuatnya.” Ha Ni tiba-tiba merebut piring Ji Soo dan berkjata, “Ini pekerjaanku.” Ha Ni dan Ji Soo saling berebut piring dan itu membuat omelete itu jatuh ke kepalanya Eun Jo. Ha Ni dan Ji Soo pun kaget melihat hal itu dan Eun Jo tentu merasa kesal.

Saat Ha Ni berjalan ke kamarnya, dia kaget mendengar ada suara seseorang di dalam kamarnya. Ha Ni masuk ke kamar dan kaget saat melihat ada Ji Soo yang sedang berbaring di kasurnya sambil melihat album foto. Ha Ni bertanya, “Apa yang kau lakukan disini?” Ji Soo menjawab dengan santai, “Seung Jo Oppa ku sedang ada di kamar mandi.” Ha Ni benar-benar kesal dan berkata, “Aku tanya sedang apa kau disini? Ini kamar kami! Aku mengerti bahwa kalian berdua dekat tapi ini sudah salah! Kumohon keluarlah.”

Ji Soo berkata, “Unnie kau ini adalah istri Seung Jo Oppa lalu kenapa kamu harus gugup begitu?” Seung Jo datang ke kamar dan bertanya, “Ada apa ini?” Ji Soo menjawab, “Aku hanya penasaran dengan kamar pengantin kalian. Maafkan aku Unnie, aku tidak tahu jika kau tidak suka.” Ji Soo langsung pergi dari kamar itu.

Ha Ni mencoba menjelaskan namun Seung Jo sudah kesal duluan, “Apa lagi salah paham yang terjadi sekarang ini? Apa kau cemburu pada adik perempuan seperti dia? Kau ini benar-benar…” Seung Jo pergi meninggalkan Ha Ni yang kecewa.

Seung Jo menghampiri Ji Soo di taman rumah dan meminta maaf namun Ji Soo berkata, “Tidak apa-apa. Ini bukanlah salahmu Oppa Seung Jo.” Ji Soo bertanya, “Oppa, aku benar-benar tidak mengerti mengapa kau bisa menyukai Oh Ha Ni. Walaupun aku pergi keluar negeri tapi yang selalu aku pikirkan itu kau Oppa. Dan saat aku mendengar berita bahwa kau menikah, apa kau tau seberapa besar aku terkejut? Apa kau benar-benar menyukai Unnie? Apa ini bukan hanya rasa kasihan?”

Ha Ni mendengar pembicaraan Seung Jo dan Ji Soo tadi. Ha Ni berkata, “Jika kau begitu menyukainya maka seharusnya kau tidak pergi ke luar negeri! Bagaimana mungkin kau bisa berpisah dengan orang yang kau suka untuk waktu yang lama?Jika itu aku maka aku tidak akan pernah pergi ke luar negeri. Tidak akan pernah! Kemana aku akan pergi jika tanpa Seung Jo? Bagaimana mungkin aku pergi? Aku bahkan tidak pernah membayangkannya! Jika aku tidak melihat Seung Jo untuk sehari saja aku merasa akan mati. Aku benci sabtu, minggu, dan liburan karena aku tidak dapat melihat Seung Jo. Kamu… Apa mungkin kamu dapat merasakan perasaan itu?”

Ji Soo berkata, “Itu yang kau rasakan Unnie. Aku bertanya apa yang di rasakan oleh Oppa Seung Jo.” Ha Ni kebingungan dan menatap Seung Jo yang hanya diam. Ha Ni merasa malu karena dia sendiri tidak tahu apa yang Seung Jo rasakan dan Ha Ni pun langsung berlari pergi.

Seung Jo berkata, “Itu benar. Aku tertarik padanya. Kekuatannya saat dia tidak dapat berbuat apa-apa dan menjadi cemburu, aku suka kekuatan milik Ha Ni itu.” Seung Jo pergi meninggalkan Ji Soo yang kebingungan.

Ha Ni duduk termenung di tangga jalan. Seung Jo datang dan menyelimuti Ha Ni dengan sweethernya. Seung Jo mendekati Ha Ni dan berkata lembut, “Baby Oh Ha Ni, apa yang kau lakukan disini?” Ha Ni menjawab, “Aku hanya takut kehilanganmu. Apa aku ini terlihat menyedihkan?” Seung Jo berkata, “Hey kau gadis yang menyedihkan ayo pergi.”

Ha Ni berdiri dari duduknya dan Seung Jo berkata, “Aku memilihmu. Baek Seung Jo memilih Oh Ha Ni. Kau adalah satu-satunya untukku.”

Sinopsis Playful Kiss Special Episode 3

Episode 3 – Membuat Baek Seung Jo Junior

Seung Jo sedang duduk di sebuah bangku dan Ha Ni tiduran di pangkuannya. Seung Jo berkata, “Ha Ni, bangunlah. Ada sesuatu yang ingin aku berikan.” Ha Ni masih memejamkan matanya dan berkata, “Aku masih terlalu mengantuk untuk bangun.” Seung Jo tersenyum dan berkata, “Tidak. Kau harus bangun.” Seung Jo meletakan buah peach di bibir Ha Ni dan berkata, “Ha Ni makanlah. Ini hadiah dariku.” Ha Ni masih terpejam dan tersenyum lalu berkata, “Tapi peach ini berbulu.” Saat Ha Ni akan menggiggit peach itu tiba-tiba suara Seung Jo berubah menjadi kasar, “Jika kau lapar berhentilah makan kaki boneka itu!”

Ha Ni terbangun dari mimpinya dan ternyata dia sedang menggiggit kaki boneka teddy bear yang di berikan oleh Min Ah. Ha Ni melihat Seung Jo yang sedang bersiap-siap pergi dan Ha Ni pun berkata, “Peach. Aku baru saja makan peach.” Seung Jo berkomentar, “Berhentilah membicarakan buah peach! Kenapa kau tidak cepat bangun untuk segera pergi ke kampus? Bukankah kau malas hanya karena kau memiliki kelas di sore hari ini?” Ha Ni berkata, “Aku merasa tidak enak badan hari ini. Aku merasa mual.” Seung Jo bertanya, “Apa yang kau makan kemarin?” Ha Ni menjawab, “Kemarin? Hmm kemarin Min Ah ulang tahun jadi….” Seung Jo memotong pembicaraan dan berkata, “Mintalah pada Ibu obat. Dia sudah membuatkan sarapan dan menunggumu di bawah.”

Ha Ni kebingungan dna berkata, “Bukankah ini Jumat? Dia mengatakan akan pergi ke pertemuan pada pagi hari.” Seung Jo berkata, “Hari ini hari Kamis! Sudahlah aku pergi.”

Pagi-pagi Ibu Seung Jo dan Ha Ni sedang sarapan bersama. Ibu Seung Jo memakan jeruk dan berkomentar, “Ouch ini sangat asam. Ah Ha Ni kau bilang kau mimpi buah peach?” Ha Ni menjawab, “Ya. Aku bermimpi Seung Jo memberikan buah peach padaku.” Ha Ni sudah selesai makan dan mengambil jeruk. Ibu Seung Jo terus menatap Ha Ni dan bertanya, “Kenapa? Ha Ni apakah kau kurang enak badan hari ini?” Ha Ni menjawab, “Ya. Aku sedikit mual. Tenanglah aku hanya akan memakan jeruk ini saja.”

Ibu Seung Jo semakin curiga dan berkata, “Kau merasa mual? Dan kau ingin makan jeruk yang asam ini?” Ha Ni tersenyum dan terus memakan jeruknya. Ibu Seung Jo berkata, “Mungkinkah…. Apakah kau memiliki sebuah ide kenapa itu terjadi? Dengan Seung Jo?” Ha Ni tertawa dan berkata, “Ah tidak mungkin Ibu Mertua.” Ibu Seung Jo langsung memeluk Ha Ni dengan yakin berkata, “Sebagai wanita yang sudah memiliki 2 anak, aku yakin akan hal ini! Luar biasa… Kau akhirnya melakukannya. Ah tunggu aku tidak bisa tinggal diam.” Ha Ni masih kebingungan namun dia tersenyum dan terus memakan jeruk yang asam.

Ibu Seung Jo menelfon Min Ah berkata, “Min Ah kau harus datang untuk bertemu dengan Ha Ni ku ini.” Min Ah kaget dan bertanya, “Benarkah Ha Ni?” Ibu Seung Jo tertawa dan menjawab, “Aku tidak menduga akan secepat ini.”

Min Ah lalu menelfon Joo Ri dan Joo Ri tentu sangat kaget, “Apakah yang kau katakan ini benar?” Min Ah menjawab, “Tentu. Ibu Seung Jo yang menelfonku dan aku pun terkejut saat mendengarnya.” Joo Ri ikut senang dan berkata, “Wow Oh Ha Ni. Aku tau bahwa dia akan menjaga banyak hal yang penting.”

Ibu Seung Jo menelfon ke Parang University dan memberikan kabar bahwa Ha Ni akan segera menjadi seorang Ibu. Jelas saja berita ini langsung tersebar cepat di kalangan para mahasiswa. Dan berita ini pun sampai ke telinga Seung Jo yang kebingungan.

Ha Ni sedang duduk di kamarnya dan berkata, “Apa yang akan Seung Jo katakan? Ekspresi seperti apa yang akan dia tunjukan?Jika aku tiba-tiba memanggil dia Papah, bukankah dia akan sangat terkejut? Aku seorang Ibu…. “

Min Ah dan Joo Ri mampir ke rumah dan Ha Ni berkata, “Tapi setalah mendengar apa yang Ibu katakan padaku, aku merasakan sesuatu yang menggeliat di perutku.” Min Ah dan Joo Ri sama-sama tertawa. Ha Ni terus meyakinkan mereka berdua, “Hey aku serius dapat merasakannya. Keajaiban seperti Seung Jo itu jarang ada.” Min Ah berkomentar, “Aku membayangkan seperti apa nantinya. Mereka bilang keajaiban dan idiot itu adalah bagian dari kertas.” Joo Ri juga berkomentar, “Benar. Ini spekulasi yang berbahaya.”

Ha Ni berkata, “Aku berharap dia akan menuruni otak Seung Jo.” Min Ah bertanya, “Lalu wajah?” Ha Ni menjawab, “Tentu saja wajahku.” Joo Ri berkomentar, “Apa maksudmu? Wajahnya harus mengikuti Papahnya, Seung Jo.” Ha Ni kesal dan bertanya, “Kenapa memangnya dengan wajahku?” Joo Ri berkomentar, “Kau? Huh tidak akan pernah. Itu akan menjadi masalah. Wajahnya harus 100% mirip dengan Seung Jo.” Ha Ni jelas langsung cemberut.

Seung Jo pulang ke rumah dan di kejutkan oleh Min Ah dan Joo Ri yang memberikan selamat padanya. Seung Jo kebingungan dan bertanya, “Ada apa?” Joo Ri dan Min Ah menarik Seung Jo ke ruang tamu dimana seluruh keluarga sudah berkumpul untuk merayakan hal ini. Ha Ni tersenyum malu-malu.

Seung Jo bertanya, “Ada apa ini?” Bapa Seung Jo berkata, “Duduklah terlebih dahulu.” Seung Jo duduk di kursi dan kembali bertanya, “Ada apa ini?” Ibu Seung Jo memperlihatkan sebuah baju bayi dan bertanya, “Seung Jo yah, bukankah ini cantik? Oh baju-baju ini luar biasa manis sekali.” Bapa Seung Jo berkomentar, “Sayang, mengapa baju ini semuanya berwarna pink? Ah Seung Jo bukankah hiasan ini lucu? Lihatlah ada pesawat dan mobil. Dan ini ada mobil-mobilan yang dulu kau pernah pakai.” Ibu Seung Jo berkomentar, “Sayang, barang-barang itu sepertinya itu anak laki-laki.” Bapa Seung Jo berkata, “Ini adalah cucu pertama kita, harusnya laki-laki.” Ibu Seung Jo tetap ingin cucu perempuan dan akhirnya mereka berdua jadi bertengkar.

Eun Jo berkomentar, “Jika itu bayi perempuan maka akan seperti kaka ipar Oh Ha Ni, aku menolaknya! Orang-orang menyukai Oh Ha Ni menurutku sudah cukup.” Ibu Seung Jo kesal dan berkata, “Baek Eun Jo!”

Seung Jo berkata, “Tunggu sebentar. Jadi maksud kalian ini Ha Ni hamil?” Ha Ni tersenyum dan menjawab, “Aku pikir begitu.” Seung Jo bertanya, “Apakah kau sudah melakukan pemeriksaan?” Ha Ni menjawab, “Aku sudah membicarakannya dengan Ibu dan aku pikir iya.” Ha Ni berbisik pada Seung Jo dan berkata, “Kau ingat malam itu kan. Malam saat hujan.” Seung Jo berkomentar, “Hal bodoh apa yang kau maksudkan?Kau tidak yakin akan satu hal dan kau langsung merasakan bahwa kau hamil?” Joo Ri dan Min Ah sama-sama terdiam mendengar kata-kata itu.

Ha Ni dan Seung Jo pergi bersama dengan mobi. Ha Ni berkata, “Haruskah kita membeli perlengkapan bayi? Dan aku pikir mobil ini terlihat terlalu kecil untuk anak-anak.” Seung Jo berkata, “Diamlah.” Ha Ni kesal dan bertanya, “Sepertinya kau tidak senang kita memiliki anak, benar bukan? Bayi yang ada di perutku ini dapat mendengar semua yang kita katakan. Kau benar-benar Papah yang buruk!” Seung Jo hanya berkomentar, “Sudah kubilang diamlah.” Ha Ni benar-benar kesal dan berkata, “Kau sebaiknya berhati-hati. Kau akan menjadi dokter seharusnya kau tau bahwa tiga bulan pertama adalah saat yang berbahaya. Hey kata-katamu yang tidak bijaksana itu …. aku tidak ingin mengatakannya tapi keguguran itu mungkin saja terjadi.”

Seung Jo berkata, “Hey Oh Ha Ni!” Oh Ha Ni sudah sangat kesal sehingga dia berkata, “Lupakan itu. Aku tidak ingin mendengar apa yang kau katakan lagi. Aku ingin kedamaian!”

Ha Ni shock saat di beritahu oleh dokter bahwa dirinya sebenarnya tidak hamil. Ha Ni bertanya, “Tapi mengapa aku merasa ada sesuatu yang bergerak di perutku ? Bahkan aku merasa mual dan tidak enak badan?” Dokter menjawab, “Perutmu terlalu terpenuhi makanan sehingga kau merasa seperti itu.” Seung Jo yang mendengar jawaban dokter langsung tersenyum dan bertanya, “Apa yang kau makan hah?” Dokter berkata, “Jangan kecewa, kau masih tetap muda.”

Ha Ni dan Seung Jo pulang ke rumah dan mereka berbicara di teras atas. Ha Ni berkata, “Pada Ibumu, Bapamu dan Papahku aku merasa sungguh minta maaf.” Seung Jo berkomentar, “Ini bukan salahmu. Ibulah yang terlalu berlebihan.”

Bapa Seung Jo dan Ibu Seung Jo menatap belanjaan bayi yang mereka sudah siapkan dan ya mereka merasa sedikit kecewa. Eun Jo juga ternyata kecewa karena dia bahkan sudah mencari informasi mengenai bayi dan dia mencari video cara mengasuh bayi.

Seung Jo bertanya, “Apa kau kecewa?” Ha Ni menjawab, “Aku terlalu gembira karena aku pikir akan memiliki bayi yang mirip denganmu Seung Jo.” Seung Jo berkomentar, “Tidak apa-apa jika Bayi itu juga mirip denganmu.” Ha Ni bertanya, “Benarkah? Ah kau mengatakan hal seperti ini pasti untuk menggodaku, benar bukan?”

Seung Jo menyentuh jidat Ha Ni dan berkata, “Jidat yang datar ini, mata yang terlihat seperti tertidur ini… tidak buruk.” Seung Jo memukul pelan jidat Ha Ni dan Ha Ni bertanya, “Kenapa kau memukulku hah?” Seung Jo mengalihkan pembicaraan dan berkata, “Tapi aku benar-benar berharap mereka tidak akan mewarisi otakmu.” Ha Ni tersenyum kesal. Seung Jo kembali berkata “Menjadi Papah dari anak yang seperti Oh Ha Ni, terdengar menyenangkan.” Ha Ni berkata, “Huh kau mencoba menghiburku karena ini tidak jadi. Apa kau pikir aku tidak dapat menyadarinya hah?” Seung Jo bertanya, “Kau tidak percaya dengan kata-kata yang dikatakan oleh suamimu ini? Baiklah Oh Ha Ni aku akan menunjukan seperti apa diriku.”

Seung Jo langsung menggendong Ha Ni dan berkata, “Hari ini akan menjadi malam yang special.” Ha Ni memukul Seung Jo dan berkata, “Hey apa yang kau lakukan hah?”

Yoon Ji Hoo Bertemu Yoon Ji Hoo Masa Kecil

Reuni Anggota SS501 Kim Hyun Joong dan aktor Nam Da Reum menjadi topik panas.

Baru-baru ini, reuni dari KBS 2TV Drama “Boys Over Flower” Yoon Ji Hoo yang dimainkan oleh Kim Hyun Joong, dan “Little Yoon Ji Hoo” yang dimainkan oleh Aktor Nam Da Reum telah mengumpulkan perhatian.

Mereka berdua ditemui saat menghadiri “2010 MBC Drama Awards” upacara yang diselenggarakan pada tanggal 30 Desember tahun lalu. Gambar Nam Da Reum dan Kim Hyun Joong ini diungkapkan oleh ibu NamDa Reum di minihompy nya. Dia mengungkapkan, “Sekali lagi, Da Reum telah bertemu dengan Hyun Joong Hyung yang sangat ingin ia temui. Dalam saat singkat, Da Reum berani pergi padanya dan menyapa bahkan meminta untuk berfoto. Ia begitu beruntung telah bertemu Hyun Joong Hyung. “

Kim Hyun Joong dan Nam Da Reum, sama-sama memakai dasi kupu, tersenyum cerah saat berpose untuk foto tersebut.

Netizens yang telah melihat foto bereaksi “Yoon Ji Hoo dan Little Yoon JiHoo telah bertemu”,Indah.” “Tumbuh baik dan berani seperti Hyun Joong Hyung “, “Keduanya lucu dan tampan”.

Credits: TVDaily English Translation: Honeyeee @ Love501.com + indo trans: rtss501.blogspot.com